Begal Sadis Spesial HP Diamankan

Share this :

Trenggalek, Koranmemo.com – Seorang penjambret handphone yang beroperasi di wilayah Kecamatan Munjungan ditangkap tim gabungan Polsek Jajaran Polres Trenggalek. Pelaku diamankan petugas saat bersandar di TPI Pantai Prigi selepas melaut. Diketahui, ia sengaja menghindari kejaran petugas dengan berpindah-pindah melaut pasca ditetapkan menjadi tersangka dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

Pelaku begal handphone yang diamankan itu adalah Mukayat (54) warga Kecamatan Munjungan. Petualangannya berakhir semenjak jadi buronan petugas hingga tujuh bulan seusai menyasar ponsel seorang pelajar di Pantai Blado Trenggalek. “Jadi yang bersangkutan berpindah-pindah untuk menghindari kejaran petugas,” kata Kapolres Trenggalek, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak.

Dalam konferensi pers, Kamis (3/10) sore mantan Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya tersebut membeberkan kiprah pelaku yang juga bekerja sebagai nelayan sebelum berakhir di balik jeruji besi penjara. Aksi jambret yang dilakukan terhadap Frenklyn Jecky Valentino (15) dan Desy Nur Fitriani (16) bukan kali pertama. “Berdasarkan pendalaman, pelaku adalah residivis,” jelasnya.

Modusnya sama, yakni menyasar pengendara motor yang melintas di jalan yang sepi. Kemudian pelaku mengambil paksa handphone milik korban. Bahkan Mukayat tak segan melakukan tindakan kekerasan dalam aksi pepet rampas curas tersebut. Hal serupa dilakukan pada dua korban yang diketahui berstatus pelajar tersebut. “Akibatnya keduanya mengalami luka,” imbuhnya.

Sebelum ditangkap, aksi Mukayat terakhir dilakukan di Pantai Blado, tepatnya di tepi jalan masuk wilayah Desa Masaran Kecamatan Munjungan. Saat itu, dia melihat dua anak baru gede (ABG) tengah melintas menggunakan motor berboncengan. Melihat kesempatan itu Mukayat langsung melancarkan aksinya. “Mereka usai saja mengikuti les dan bermain ke rumah temannya,” kata dia.

Mukayat langsung mengejar ABG tersebut. Tanpa ragu, dia langsung menarik kerudung Desy dan mendorong motornya sehingga keduanya terjatuh. Setelah tersungkur, pelaku mengambil ponsel milik Frenklyn setelah sebelumnya melayangkan pukulan pada Desy. Korban diketahui juga warga Kecamatan Munjungan. “Peristiwa terjadi pada 11 Februari sekitar pukul 21.45 WIB,” jelasnya.

Usai melancarkan aksi pelaku langsung kabur. Sayang teriakan permintaan tolong dua ABG itu tak membuahkan hasil, karena kondisi jalan sepi dan minim pengendara saat malam hari. Aksi pelaku berakhir setelah diamankan petugas gabungan dari Polsek Munjungan dan Polsek Watulimo di Pantai Prigi. “Diamankan pada 27 September, pukul 06.00 WIB,” ujarnya.

Kapolres Trenggalek mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terdapat seluruh modus kejahatan yang kian beragam. Meskipun aksi begal handphone terbilang klasik, namun bukan hal baru terkadang aksi serupa membawa korban jiwa seperti yang pernah terjadi di beberapa daerah. “Waspada dari berbagai tindak kejahatan,” pungkasnya usai menjelaskan pasal yang akan menjerat pelaku.

Reporter Angga Prasetiya
Editor Irwan Maftuhin

Follow Untuk Berita Up to Date