Bedah Rumah Dinilai Salah Sasaran, Kades Dituding Tak Bijaksana

Nganjuk, koranmemo.com – Bantuan bedah rumah tahun 2019 yang realisasinya diperkirakan pada bulan April mendatang, memicu permasalahan di Dusun Pilangbangu Desa Girirejo Kecamatan Bagor.

Warga menilai, bantuan dengan leading sector Dinas PU Perkim Kabupaten Nganjuk itu salah sasaran. Bahkan, warga menuding Eko Budi Prasetyo, kepala desa setempat tidak bijaksana.

Tudingan itu lantaran warga Dusun Pilangbangu yang diusulkan untuk menerima bantuan bedah rumah ini, kondisi rumahnya masih layak huni. Sedangkan rumah beberapa warga yang kategori tidak layak huni, malah tidak mendapatkan bantuan.

“Contohnya rumah milik pasangan suami istri Samidin dan Kaniyem. Rumahnya mau roboh malah tidak mendapat bantuan. Sedangkan rumah orang-orang yang berkecukupan malah dapat,” gerutu Pak Min, warga setempat, Minggu (27/1/2019).

Menurutnya, kabar Samidin tidak menerima bantuan ini menjadi buah bibir warga sekitar. Mereka menilai kepala desa pilih kasih dan tidak bijaksana. “Saat ada dana desa (DD) 2018, juga ada bedah rumah. Tapi rumah Samidin tidak dapat bantuan,” katanya.

Samidin sendiri mengaku, tahun 2010 silam dirinya memang pernah mendapatkan bantuan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) dari TNI, dan sampai saat ini rumahnya sama sekali belum direhab.

“Saya hanya buruh serabutan, kadang kerja kadang tidak. Tergantung orang yang menggunakan jasa saya. Upah saya hanya Rp 60 ribu sehari, buat makan tidak cukup, apalagi mbangun rumah,” katanya penuh iba.

Samidin menyebut, tetangganya seperti pasangan Siti – Siren ,Tani – Samat, Marni – Maryono dan Yanti – Pur, yang rumahnya lebih layak dari rumah miliknya malah menerima bantuan.

“Kalau alasannya karena saya pernah mendapat bantuan RTLH dan tidak diberi, mengapa Siti – Siren yang dulu juga dapat RTLH tapi malah diberi. Ini benar-benar tidak adil,” ungkapnya.

Sementara itu, Karjito perangkat desa setempat saat dikonfirmasi mengatakan jika dana bedah rumah memang belum cair. Hanya saja pihak dinas terkait sudah melakukan surve. “Semua rumah tidak layak huni kita usulkan, termasuk punya Pak Samidin,” urainya.

Terkait isu yang berkembang jika Samidin tidak mendapat bantuan, Karjito mengatakan bahwa pada saat surve, di rumah Samidin ada papan bantuan RTLH dari TNI. “Saat itu saya juga mendampingi tim surve, dan rumah Samidin masih dalam evaluasi,” bebernya.

Disinggung tentang bedah rumah dengan anggaran DD, Jogotirto ini membenarkan jika salah satu item realisasi DD dilakokasikan ke bedah rumah.

“Ada sepuluh rumah yang mendapat bantuan, dananya Rp 10 juta per rumah. Memang saat itu rumah Samidin juga tidak dapat. Untuk lebih jelasnya, tanya Pak Kades Budi saja,” tukasnya.

Reporter : Muji Hartono

Follow Untuk Berita Up to Date