Bea Cukai Kediri Amankan Potensi Kerugian Negara Ratusan Miliar Rupiah

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai (TMC) Kediri mengamankan potensi kerugian negara yang mencapai ratusan miliar rupiah. Hal itu setelah dilakukan 62 penindakan dengan menyita ratusan barang mulai dari rokok, hingga liquid dari rokok elektrik yang tanpa cukai selama tahun 2018.

Kepala KPPBC TMC Kediri, Suryana mengatakan, timnya telah melakukan penindakan sebanyak 62 kali di wilayah kerja KPPBC TMC Kediri yang meliputi Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Jombang selama satu tahun lalu. Penindakan itu memang lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya, namun dia melihat ada keberhasilan tim KPPBC TMC dalam memberikan sosialisasi barang kena cukai.

“Terkait penindakan ini sebenarnya penindakan banyak itu berhasil kalau sedikit itu kurang, bukan seperti itu pengertiannya. Tapi sebenarnya ini ada sinergitas bagaimana kita bisa menyadarkan masyarakat agar bekerja sesuai aturan dan proses pembinaan melalui sosialisasi terus kita lakukan. Artinya ada keberhasilan tindakan preventif yang kita lakukan,” ujarnya saat pers rilis capain kinerja 2018 di kantor KPPBC TMC Kediri, Rabu (13/2).

Meski dalam penindakan merosot, tingkat keberhasilan potensi kerugian negara dari penindakan tersebut justru meningkat. Dari beberapa penindakan mulai dari rokok tanpa pita cukai, liquid tanpa pita cukai, sex toys, dan miniman beralkohol, KPPBC TMC Kediri berhasil mengamankan potensi kerugian negara senilai Rp 197.472.564.

“Ilegalnya di Kediri terkait rokok itu minim sekali karena tidak lepas dari kerjasama pemanfaatan dana bagi hasil cukai rokok untuk operasi bersama dengan kita memitigasi resiko yang akan muncul terkait rokok ilegal di wilayah kami. Hasil survey Pemkab, Pemkot Kediri rokok ilegal di Kediri ini zero,” jelasnya.

Selain potensi kerugian negara, dari 62 penindakan yang dilakukan KPPBC TMC Kediri selama tahun lalu sudah menetapkan tiga tersangka yang semuanya berkaitan dengan produksi minuman keras (miras). “Tersangkanya total semuanya tiga, sudah proses dua tersangka sudah inkrah kena masing-masing 1,4 tahun dan satunya lagi masih dalam proses pengadilan,” kata Suryana.

Sementara untuk penerimaan KPPBC TMC Kediri di tahun 2018 dalam perannya sebagai Revenue Collector di tingkat kantor Vertical Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), telah berhasil menghimpun penerimaan sebesar Rp 18,48 triliun atau 103,01% dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 17,94 triliun.

Hal ini mengakibatkan pertumbuhan penerimaan sebesar 8,86% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penerimaan kantor Bea Cukai Kediri ini adalah 8,9% dari total penerimaan Bea Cukai dalam skala nasional yang berasal dari sektor bea masuk sebesar Rp 8,85 milyar atau 121,24% dari target Rp 7,3 milyar dan cukai sebesar Rp 18,47 triliun atau 103% dari target Rp 17,93 triliun.

Reporter Zayyin Multazam

Editor Achmad Saichu