Bea Cukai dan BNN Malang Raya Gagalkan Pengiriman Ganja 7 Kg

Malang, koranmemo.com – Sinergi Bea Cukai dan Badan Narkotika Nasional Pusat serta BNN Malang Raya berhasil menggagalkan pengiriman paket melalui Perusahaan Jasa Titipan (PJT) yang berisi Narkotika Golongan jenis Ganja di wilayah Malang Raya. Dalam Joint Operations ini petugas berhasil menggagalkan kiriman ganja seberat 7 kg  yang akan dikirimkan melalui 4 penerima di wilayah Malang.

Keempat penerima kiriman paket ganja ini, yang berhasil diamankan ada 3 antara lain MS, CF dan AR yang mana mereka merupakan warga Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Kepala BNN Provinsi Jatim, Brigjen Pol Bambang Priyambadha saat melakukan konfrensi pers di Kantor Bea cukai kanwil II Malang mengatakan jika pengiriman narkoba jenis ganja ini akan dikirim ke 3 penerima di wilayah Kota Malang.

” Dari hasil penggagalan pengiriman ganja, kami menemukan bukti sebanyak 7 kg ganja yang sudah dikemas di dalam celana panjang, jadi ini modus baru supaya jasa pengiriman tidak mencurigai kiriman para pelaku, ” ungkapnya, Rabu (04/09).

Awalnya, petugas BNN Pusat mendapatkan informasi jika ada pengiriman paket ganja dari Aceh  ke wilayah Malang. Petugas BNN Jatim langsung bekerjasama dengan bea cukai dan BNN Malang Raya untuk melakukan penyelidikan dan diketahui kebenaranya.

” Saat ditemukan lokasi penerima bukti ganja langsung diamanman dan berikut penerimanya,ketiga penerima kita amankan berikut barang bukti, sedangkan 1 penerima belum ditemukan, ” jelas Bambang.

Dari penangkapan ini, didapati BNN Kabupaten Malang berhasil menggagalkan pengiriman ganja seberat 2 kg dan BNN Kota Malang berhasil mengagalkan ganja seberat 5 kg.

“Kalau di Kota Malang di daerah Klojen dan Lowokwaru, sedangkan di Kabupaten di Kebonagung, selain ganja yang diamankan juga 1 unit mobil, 1 sepeda motor, 6 telepon seluler dan 7 buah resi pengiriman, ” tegasnya.

Pihak BNN Provinsi Jatim menghimbau agar mengawasi anak-anak, jangan sampai memberikan alamat rumah kepada orang yang belum dikenal. ” Siapa tahu alamat yang kita beritahukan ke orang lain malah menjadi incaran pengiriman, ” imbuhnya.

Atas kejadian ini petugas melakukan pemeriksaan dan untuk pelaku akan dijerat dengan pasal 111 sampai 114 junto pasal 132 UU RI no 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

Reporter Arief juli prabowo
Editor Achmad Saichu