Bazar Ternak Sediakan Hewan Kurban Layak dan Murah

Surabaya, koranmemo.com – Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menggelar bazar ternak hewan kurban yang dibuka secara resmi oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Heru Tjahjono, MM. Kegiatan itu, berdasarkan arahan dari gubernur agar memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang daging yang sehat dan layak untuk dikonsumsi.

“Walaupun tidak pada Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban ini, Disnak Provinsi Jatim tetap menyediakan daging sehat, dan segar untuk dikonsumsi masyarakat Jawa Timur,” ujar Heru Tjahjono ketika diwawancara di lokasi bazar ternak kurban tersebut, Kamis (8/8), siang.

Menurut Heru, selain untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, bazar tersebut juga menjadi ajang jual beli hewan kurban, dengan harga yang relatif murah, dan terjamin kualitasnya. “Jadi, dari per kilogramnya tinggal dikalikan saja, dan harga di sini (Disnak Provinsi Jatim) sangat bagus, daging juga kualitas terjamin bahkan, untuk dikonsumsi sangat baik atau kata istilahnya onok rupo, onok rego (ada barang yang baik, ada juga harga yang kualitas),” tuturnya.

Kalau misalkan tidak sehat pada hewan kurban tersebut, menurutnya maka sebagai tanggung jawab Kepala Disnak Provinsi Jatim. “Bisa dikembalikan hewan sapi ataupun kambing ini,” tegasnya.

Kepala Disnak Provinsi Jawa Timur, Drh. Wemmi Niamawati, MMA juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk melakukan kontrol atas ketersediaan hewan kurban yang sehat dan layak untuk dikonsumsi.

“Memberikan edukasi masyarakat dapat mudah dipahami mana antara daging ternak sehat, serta bermutu tinggi, dan tidak mudah terkena penyakit, sehingga daging berasal hewan kurban benar-benar terjamin semuanya baik segi keamanan dan keutuhan,” ungkapnya.

Ia menyebut, telah bekerjasama dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), untuk memastikan kondisi dan kelayakan hewan kurban. “Ada sekitar 10 orang tenaga medis dokter hewan. Kemudian, kita juga bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Universitas Wijaya Kusuma, dan Universitas Brawijaya hingga petugas dari Disnak Kabupaten/Kota se-Jawa Timur kurang lebihnya ada sekitar 2.250 orang,” bebernya.

Terkait penyembelihan hewan kurban, Disnak juga sudah melakukan upaya dengan menggelar pelatihan Juleha (juru sembelih halal). “Jadi kita sudah melakukan sosialisasi pelatihan ke takmir masjid dengan dua gelombang ada sebanyak 100 orang, yang 50 orang kita latih selama dua hari oleh Disnak dari kabupaten/kota di Jawa Timur,” jelasnya.

Data dari Disnak Provinsi Jawa Timur, terdapat sebanyak 6.600 titik lokasi tempat penjualan hewan kurban. Disnak memastikan sudah melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban di lokasi tersebut, dan memastikan kekayakannya. “Jadi ini sudah dilakukan pemeriksaan semuanya oleh petugas Disnak Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, kemudian, kita sudah menyebar surat edaran kepada Disnak Kabupaten/Kota se-Jawa Timur untuk melakukan kewaspadaan terhadap penyakit hewan Ante Mortem dan Post Mortem,” pungkasnya.

Reporter : Ahmad Fauzi

Editor Achmad Saichu