Bawaslu Trenggalek Bentuk Kader Pengawasan Partisipatif Berbasis Masyarakat Sipil

Share this :

Trenggalek, koranmemo.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Trenggalek membentuk kader pengawasan partisipatif menjelang Pilkada di Trenggalek 2020 mendatang. Pembentukan kader pengawasan sebanyak 50 orang itu berlangsung dalam Sekolah Kader Pengawas Pemilu di Hotel Logano Trenggalek, 22-23 November 2019. Kader partisipatif itu terdiri dari berbagai organisasi akademik dan non akademik.

Ketua Bawaslu Trenggalek, Ahmad Rokhani, mengatakan, sekolah kader itu sebagai wadah pembinaan dan pembekalan pengawasan pemilu. Harapannya mereka nantinya menjadi pemantik partisipasi masyarakat supaya ikut terlibat pengawasan pelaksanaan hajat demokrasi.  “Peran aktif masyarakat dalam pengawasan partisipatif pemilu sangat penting,” jelasnya.

Dalam sekolah kader itu, lanjut Rokhani, para relawan dibekali materi diantaranya tentang peningkatan kesadaran masyarakat untuk menolak politik uang, politisasi sara, penyebaran berita hoax dan pelatihan tentang jenis pelanggaran dalam pemilu. Masyarakat diajak untuk bermitra dengan Bawaslu. “Utamanya pencegahan dan pengawasan,” kata Rokhani.

Rokhani menyebut, kolaborasi yang baik antara para relawan dan masyarakat bersama instansi terkait lainnya turut berperan menentukan hasil pemilu yang baik, luber dan jurdil, serta meminimalisir pelanggaran yang dilakukan peserta pemilu. “Caranya dengan menciptakan kantong atau simpul-simpul pengawasan pemilu di masyarakat,” ujarnya.

Tantangan besar yang juga dihadapi Bawaslu, lanjut Rokhani diantaranya adalah membangun kesadaran politik masyarakat. Kesadaran masyarakat atas kedaulatan yang dimiliki dalam proses demokrasi dinilai masih rendah. “Salah satu pemicunya adalah minimnya pengetahuan sebagian masyarakat mengenai demokrasi, pemilu dan pengawasan pemilu,” pungkasnya. (adv/Bawaslu Trenggalek)

Reporter Angga Prasetiya

Editor Achmad Saichu