Bawaslu Ajak Masyarakat Deklarasikan Anti Politik Uang dan Penyebaran Hoax

Trenggalek, koranmemo.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Trenggalek bersafari ke berbagai lapisan masyarakat nenjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) dan pemilihan umum (pemilu) 2020 mendatang. Safari ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar memiliki rasa andil terhadap hajat demokrasi itu sehingga tumbuh kepedulian khususnya dalam hal pencegahan dan pengawasan.

Partisipasi masyarakat dalam hal pencegahan dan pengawasan berbasis masyarakat sipil itu menjadi salah satu kunci utama untuk mendukung terselenggaranya pesta demokrasi 5 tahunan itu dengan baik. Bawaslu mengajak masyarakat untuk bermitra. “Kami ingin seluruh lapisan masyarakat ikut andil melakukan pencegahan dan pengawasan,” kata Ketua Bawaslu Trenggalek, Ahmad Rokhani.

Peran aktif masyarakat dalam pencegahan dan pengawasan, lanjut Rokhani akan meminimalisir terjadinya pelanggaran pemilu, diantaranya adalah money politic. Selain kurangnya kepedulian, menurut Rokhani masyarakat masih terkesan canggung untuk melapor ketika menemukan pelanggaran. “Padahal mereka punya hak untuk melapor,” imbuhnya.

Untuk itu Bawaslu Trenggalek bersafari sedikitnya ke 10 desa di tahun 2019. Selain sosialisasi pengawasan partisipatif berbasis masyarakat desa, pihaknya juga menggelar sosialisasi desa anti politik uang dan penyebaran hoax. Mereka memasang papan dan mendeklarasikan sebagai wujud penolakan. “Harapannya nanti seluruh desa,” kata dia.

Sebelumnya Bawaslu juga membentuk 50 relawan melalui sekolah kader. Puluhan kader itu nantinya sebagai pelopor untuk menyosialisasikan pencegahan dan pengawasan pelanggaran pemilu khususnya kalangan millenial. “Istilahnya anak-anak mudalah. Kalau (kegiatan) ini berbagai lapisan masyarakat desa. Karena bagaimanapun kami tak bisa bekerja sendirian tanpa dukungan banyak pihak,” pungkasnya. (adv/Bawaslu Trenggalek)

Reporter Angga Prasetiya
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date