Bawa Kayu Rimba Tanpa SKSHH, 3 Blandong Disergap

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Dua warga Dusun/Desa Banaran Kulon Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, masing-masing Lani (49) dan Supriyanto (52), serta Mujito (57) warga Dusun Dukuh Desa banaran Wetan Kecamatan Bagor, harus mendekam di hotel prodeo milik Polres Nganjuk.

Ini setelah mereka ditangkap petugas Polhutmob KPH Nganjuk di jalan persawahan Desa Ngumpul Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, lantaran kedapatan mengangkut 12 batang kayu rimba sono gelondongan berbagai ukuran, Jumat (5/7/2019) sekitar pukul 01.30 WIB.

Ditangkapnya blandong kayu dengan mengendarai mobil Mitsubishi L 300 warna coklat dengan nomor polisi AG 8932 RC ini, berawal saat petugas Polhutmob Perhutani KPH Nganjuk sedang patroli rutin di wilayah Kecamatan Bagor.

Saat itu, petugas mendapat informasi jika dari jalan Desa Banaran Kulon ke arah Bagor Kulon, setiap malam hingga dini hari sering dilewati kendaraan roda empat mengangkut kayu sono. Diduga, kayu sono yang diangkut itu berasal dari mencuri di kawasan hutan wewengkon Perhutani KPH Nganjuk.

Berdasarkan informasi itu, petugas langsung melakukan pengintaian di sepanjang jalan. Beberapa saat kemudian, dari kejauhan nampak kendaraan mobil dengan ditutup terpal biru berjalan lambat. Kemudian, petugas menghentikan mobil yang belakangan diketahui dikendarai oleh 3 orang.

Waktu diperiksa, ketiganya tidak bisa menunjukkan kelengkapan dokumen, seperti surat keterangan sahnya hasil hutan (SKSHH), terkait 12 batang kayu sono gelondongan yang diangkutnya itu. Selanjutnya, pelaku bersama barang bukti diamankan ke Mapolres Nganjuk untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kasubbag Humas Polres Nganjuk AKP Moh. Sudarman membenarkan pihaknya menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti dari Polhutmob Perhutani KPH Nganjuk terkait kasus dugaan pembalakan liar.

Saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang telah kedapatan mengangkut kayu jati yang diduga gelap tersebut. “Kami masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kayu-kayu itu berasal, diduga kayu-kayu tersebut hasil pembalakan liar,” ujarnya.

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Achmad Saichu