Bawa Kabur Uang Penjualan Mobil, Residivis Ditangkap Saat Ngopi

Tulungagung, koranmemo.com – Andrian Yulianto (42) warga Desa Jabon Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung kini mendekam di Mapolres Tulungagung. Pasalnya, pria ini disangkakan menggelapkan uang hasil penjualan mobil Daihatsu Grand Max AG 8470 GH milik Beni Mafrudi (41) warga Desa Simo, Kecamatan Kedungwaru.

Paur Humas Polres Tulungagung, Ipda Anwari mengatakan, Andrian alias Andik Monyet diamankan Polsek Kedungwaru, Selasa (7/1) setelah 9 bulan menjadi target operasi (TO). Penangkapan itu berdasarkan laporan Beni pemilik mobil Daihatsu Grand Max.

“Sudah diamankan di Polsek Kedungwaru, korban mengalami kerugian sekitar Rp 84 juta, uang penjualan mobil miliknya. Tersangka adalah residivis empat tahun lalu,” ujarnya, Kamis (9/1).

Dijelaskan, terungkapnya kasus tersebut bermula dari pengaduan korban ke Polsek Kedungwaru pada pertengahan April 2019 silam. Saat itu, tersangka membantu menjualkan mobil Daihatsu Grand Max miliki korban. “Jadi antara korban dan tersangka sebelumnya sudah saling kenal,” terangnya.

Anwari melanjutkan, karena hubungan keduanya dalam bisnis jual beli mobil cukup baik, akhirnya korban mempercayai pelaku untuk menjualkan mobilnya. Namun setelah mobil tersebut laku, uang hasil penjualan tidak segera diserahkan kepada korban.

“Ketika itu korban terus meminta pertanggungjawaban kepada tersangka, namun ia terus berbelit,” katanya.

Selang beberapa waktu, tersangka semakin sulit dihubungi melalui ponselnya. Korban sampai mencari di rumah Andik Monyet. Tapi, pihak keluarga mengungkapkan jika tersangka sudah jarang pulang ke rumah. “Berbekal informasi tersebut petugas langsung melakukan penyelidikan,” imbuhnya.

Hasilnya, menurut keterangan sejumlah saksi dan rekan bisnis tersangka, Andik ini sering berpindah-pindah tempat. Bahkan ia sempat tinggal di luar Tulungagung. Kemudian, pada Selasa (7/1) Polisi mendapat informasi jika tersangka sedang berada di salah satu warkop di Kecamatan Kedungwaru. Tidak ingin kehilangan kesempatan, Polisi yang berpakaian preman langsung mengamankan Andik Monyet. “Tersangka tidak melawan, dia juga mengakui perbuatannya,” kata Anwari.

Kepada petugas, tersangka mengaku uang hasil penjualan mobil tersebut telah dihabiskan. Selain untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, uang itu juga digunakan untuk pergi ke kafe-kafe.

Berdasarkan data kepolisian, tersangka pada tahun 2016 mendekam di Lapas klas IIb Tulungagung atas kasus yang sama. Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 378 jo 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Reporter Zayyin multazam sukri
Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date