Baru Dibangun, TPJ Ambrol

Trenggalek, Koranmemo.com – Hujan yang melanda wilayah Trenggalek beberapa waktu lalu dilaporkan mengakibatkan tanggul penahan jalan (TPJ) di Desa Sumberdadi Kecamatan Bendungan Trenggalek ambrol. Ambrolnya TPJ di jalan poros desa tersebut membuat warga resah. Pasalnya pembangunan TPJ sepanjang sekitar 27 meter tersebut dinilai masih baru beberapa bulan.

Bangunan TPJ dengan kedalaman sekitar 9 meter di atas sungai yang membentang di desa tersebut ambrol pada Sabtu (28/12) malam. Ambrolnya TPJ itu terjadi pasca wilayah tersebut diguyur hujan deras. “(Kemarin) Sabtu malam. Soalnya sebelumnya saya lewat belum ambrol, tahu-tahu dapat kabar jika bangunan itu ambrol,” kata Kepala Desa Sumberdadi, Munawar, Minggu (29/12) sore.

Warga merasa resah dan geram mengetahui kabar TPJ tersebut ambrol. Menurutnya, TPJ itu baru rampung dikerjakan awal Desember 2019. Namun secara pasti, ia belum mengetahui penyebab ambrolnya TPJ tersebut. “Itu yang sebelah selatan 4 tahun juga enggak apa-apa, masih awet. Harapan kami, bangunan yang ambrol itu segera diperbaiki,” kata dia.

Dia mengaku belum mengetahui secara pasti terkait pembangunan TPJ tersebut. Pasalnya, lanjut Munawar, pihak desa merasa tidak dilibatkan. Bahkan pihak desa sempat memprotes perihal pembangunan tersebut. “Sejak awal harusnya ada surat ke desa. Termasuk yang ini (TPJ) ambrol kami belum terima (pemberitahuan). Sempat dulu kami tanyakan,” imbuhnya.

Dia berharap kejadian serupa tak terulang. Mengingat pihak desa harus membuat laporan akhir tahun terkait pembangunan di tingkat desa walaupun alokasi anggarannya tidak menggunakan dana desa. Dia menyebut, selain TPJ ambrol kondisi serupa juga terjadi dalam sejumlah pembangunan proyek lainnya. “Karena setiap tahun kami ditanya, harus membuat laporan ke camat. Apapun itu ujung tombak kalau di desa, Kades,” ujarnya.

Pengamatan di lokasi, TPJ yang ambrol itu telah dipasang garis pembatas dan dipasang pagar. Pasalnya jalan tersebut menjadi salah satu akses perekonomian warga. Terlebih jalan tersebut minim cahaya sehingga membahayakan pengguna jalan. “Sudah di pasang garis pembatas, masyarakat harap berhati-hati jika melintas,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetiya
Editor Achmad Saichu