Baru Cetak 110 Suket

Kediri, koranmemo.com – Surat Keterangan (suket) bagi warga yang masih belum memiliki KTP-el namun telah melakukan perekaman akhirnya dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Kediri. Terhitung sejak diberlakukannya aturan mengenai suket dari Kementerian Dalam Negeri 29 September 2016 lalu hingga minggu ini, Dispendukcapil Kota Kediri baru mengeluarkan sebanyak 110 lembar suket. Padahal, menurut data terakhir dari Dispendukcapil, ada sebanyak 2.437 warga yang masih berstatus SFE (Sent for Enrollment) dan membutuhkan suket tersebut untuk keperluan administrasi lainnya.

Sebelumnya, Kepala Dispendukcapil Kota Kediri, Ida Indriyati mengungkapkan, suket ini memiliki kekuatan yang sama dengan KTP-el, bahkan lebih dari KTP lama. Dia juga mengatakan, masa berlaku suket ini adalah 6 bulan, terhitung sejak pertama kali diterima. “Suket ini dibuat sebagai pengganti KTP. Agar warga tidak bolak-balik menanyakan tentang KTP yang kami sendiri belum tahu kapan bisa dicetak, kami menawarkan suket,” jelas Ida.

Untuk proses dikeluarkannya suket, pihak Dispendukcapil mengungkapkan, caranya sama saja dengan KTP-el. Jika sudah tiba waktunya pengambilan KTP-el, warga bisa langsung datang untuk meminta suket, jika KTP-nya belum jadi. “Warga bisa minta suket kepada kami. Nanti kalau KTP-el sudah jadi, warga bisa kembali lagi untuk menukar suketnya,” kata Ida.

Kepala Bidang Pengelolaan dan Penyajian Informasi Administrasi Dispendukcapil Kota Kediri, Rice Oryza Nusivera menambahkan, ketika mengambil KTP-el, warga mendapat pilihan. Apa mereka mau menggunakan KTP lama, atau suket. “Kami tidak memaksa. Kalau warga mau suket, kami beri suket. Kalau mau KTP lama, kami berikan KTP yang lama,” tutur Rice.

Namun di sisi lain, salah satu warga Kelurahan Banaran mengaku tidak bisa langsung mendapatkan suket. Padahal, dia membutuhkan KTP untuk perpanjangan SIM yang batas waktunya adalah minggu ini. Dia sudah melakukan perekaman dan diminta untuk mengambil KTP tanggal 7 Oktober. Namun karena blanko untuk KTP-el habis, dia meminta suket kepada pihak dispendukcapil.

“Tapi dari dispendukcapil bilang belum bisa. Katanya harus antre dulu. Ketika saya tanya kapan bisa diambil, saya disuruh kembali saja beberapa hari lagi, soalnya yang perekaman awal September saja belum dapat,” tuturnya. (ela)