Baru 37% Anak di Kabupaten Madiun yang Punya KIA

Madiun, koranmemo.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Madiun mencatat dari 168.974 anak wajib kartu identitas anak (KIA), sampai Kamis (13/6) terhitung baru 62.279 anak yang memiliki KIA.

“JIka sampai saat ini (kemarin,red) terhitung baru sekitar 37% anak yang telah memegang KIA,” ujar Kasi Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk (KK & KTP), Eka Kurniawan, Kamis (13/6).

Menurutnya, kepemilikan KIA terbanyak berasal dari Kecamatan Jiwan, Wungu dan juga Madiun. Sementara yang terendah ada di Kecamatan Saradan, hal tersebut karena selain wilayah yang luas Saradan memiliki jumlah penduduk yang terhitung banyak.

Dikatakan, untuk mempercepat pelayanan pihak Dispendukcapil melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah mulai dari TK, SD hingga SMP untuk diajak kerjasama dalam pelayanan.

Sejak bulan Desember 2018 lalu hingga sekarang tercatat sekitar 250 sekolah TK, SD sampai SMP negeri maupun swasta telah melakukan permohonan secara kolektif.

“Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Madiun juga telah melakukan pembuatan secara kolektif, bahkan terhitung sampai saat ini telah mencapai 80 persen,” ujarnya.

Kepemilikan KIA ditargetkan hingga akhir tahun nanti mencapai 80 hingga 90 persen karena proses terus berjalan. Sedangkan jumlahnya pun bisa juga berubah dikarenakan perpindahan dan kedatangan penduduk baru.

Selain permohonan kolektif dari sekolah ke dinas, pelayanan KIA telah disediakan di beberapa kecamatan meliputi Kecamatan Pilangkenceng, Saradan, Mejayan, Dolopo dan juga Kebonsari. Diharapkan untuk pengadaan tahun 2019 ini sepuluh kecamatan lainnya bisa diberikan alat pelayanan agar proses bisa cepat tertangani.

“Untuk saat ini Dispendukcapil setiap harinya mencetak sekitar 400 kartu, kadang berkurang kadang juga bertambah tergantung jumlah pemohon,” tambahnya.

Reporter Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date