Bareskrim Sidak Bangunan Baru Milik RSUD, Ada Apa?

Sidoarjo, koranmemo.com – Tim Bareskrim Mabes Polri melakukan pengecekan di lokasi proyek pembangunan gedung baru milik RSUD Sidoarjo. Hal ini terkait adanya laporan dari PT Katama Suryabumi yang menduga struktur pondasi pembangunan proyek itu menggunakan struktur pondasi Konstruksi Sarang Laba Laba (KSLL).

Penemu jaring rusuk beton pasak vertikal yang sekaligus penemu konstruksi pondasi jaring (rumah) laba-laba, Ir Ryantori menyatakan dirinyalah yang layak menggugat atau mensomasi konstruksi itu.

“Kontruksi pondasi jaring laba-laba itu juga merupakan temuan saya. Kan tidak layak jika PT Katama, mensomasi dan melaporkan saya ke pihak kepolisian,” ucapnya, Rabu, (25/10/2017)

Jaringan konstruksi baru itu, sambung Ryantori, merupakan penyempurnaan jaring (rumah) laba-laba. “Kalau dikatakan plagiat (jiplak) kan aneh, karena struktur pondasi itu kan saya yang menemukan,” papar Ir Ryantori.

Dijelaskan, pemilik dan direktur PT Katama dulu merupakan anak buahnya. Karena sudah kenal selama 25 tahun akhirnya berinisiatif untuk memasarkan hasil temuan barunya kepihak lain.

Terkait polemik ini, Ryanto akan menyerahkan ke penasihat hukumnya untuk melaporkan balik PT Katama yang sudah terlanjur melaporkan pihaknya ke polisi tersebut.

“Saya yang menemukan kok malah saya yang dituduh serta dituding menjiplak. Saya menduga pihak tersebut (PT.Katama red) hanya ingin melempar batu saja dalam masalah ini,” ujarnya.

Sementara itu Direktur RSUD Sidoarjo, dr Atok Irawan menegaskan, jika pondasi yang dikerjakan rekanan itu sudah selesai. Untuk masalah adanya dua vendor yang saling tuding dan mangaku masing-masing punya hak paten, pihaknya ingin melakukan  mediasi kedua belah pihak hingga masalah ini selesai.

“Sebagai user, kami (RSUD red) ingin agar permasalahan ini selesai dengan cara mediasi. Kami akan mencoba mengundang pelapor dan penggugat duduk bersama satu meja untuk menyelesaikan masalah ini,” harapnya.

Turunnya tim penyidik Bareskrim Mabes Polri itu juga didampingi tim manajemen RSUD, ULP, rekanan, konsultan dan penemu konstruksi beton itu sendiri.

Diketahui manajemen RSUD Sidoarjo, mengklarifikasi soal proyek pembangunan gedung baru senilai Rp 37,9 miliar yang saat ini masih dikerjakan rekanan karena adanya somasi mengenai jaring rusuk vertikal yang digunakan rekanan untuk membangun gedung RSUD tersebut.

Pihak PT Katama Suryabumi mengklaim jika struktur pembangunan pondasi yang digunakan rekanan menggunakan

struktur pondasi Konstruksi Sarang Laba Laba (KSLL) yang hak ciptanya milik mereka itu. Sehingga PT Katama Suryabumi melaporkan hal tersebut ke Bareskrim Mabes Polri.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.