Bantu Padamkan Api, Begini Nasib Kakek di Trenggalek 

Share this :

Trenggalek, koranmemo.com – Seorang kakek di Trenggalek harus mendapatkan pertolongan medis akibat luka bakar, setelah terpeleset usai membantu petugas memadamkan kebakaran hutan di wilayah Desa Nglebo Kecamatan Suruh, Kamis (24/10). Kakek malang yang diketahui adalah Mujiman itu mengalami sejumlah luka bakar dan memar di bagian tubuhnya. Kini dia tengah menjalani perawatan di RSUD Dokter Soedomo Trenggalek.

Wakil Administratur Kepala Sub Kesatuan Pemangkuan Hutan (KSKPH) Wilayah Kediri Selatan, Andi Iswindarto mengatakan, usai terpeleset Mujiman langsung dibawa petugas gabungan ke RSUD Dokter Soedomo Trenggalek. “Dia (Mujiman) letak rumahnya yang paling dekat dengan wilayah hutan yang terbakar,” ujarnya.Ditengarai Mujiman kelelahan dan terpeleset usai membantu petugas gabungan memadamkan kebakaran. Selain di wilayah Desa Nglebo, kebakaran di lahan milik Perhutani juga terjadi di wilayah Desa Puru Kecamatan Suruh. “Dua lokasi, di petak 103C dan petak 101 RPH Karangan BKPH Karangan,” imbuhnya. Diduga kebakaran terjadi akibat musim kemarau berkepanjangan.

Kebakaran di petak 103C dengan luas sekitar enam hektare dan petak 101 dengan luas sekitar 0,25 hektar terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Puluhan petugas gabungan dari TNI-Polri, Perhutani, BPBD dan dibantu masyarakat bahu membahu memadamkan api. Petugas masih melakukan pendalaman penyebab kebakaran. “Untuk pemadaman di lokasi pertama (petak 101) bisa dipadamkan sekejap,” imbuhnya.

Namun pihaknya harus bekerja ekstra, butuh waktu hampir dua jam untuk memadamkan api di petak 103C. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 13.00 WIB. Namun sayang, usai api padam, lanjut Andi ada seorang warga yang terpeleset dan terjun ke sisa bara api. “Mungkin karena usianya lanjut dia kecapekan dan terpeleset,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun, dia tiba di IGD RSUD Dokter Soedomo Trenggalek sekitar pukul 15.40 WIB. Mujiman masih sadar saat dibawa petugas, namun mengalami luka bakar di kaki dan lengan kiri. Selain itu korban juga mengalami luka robek di bagian kepala, diduga dimungkinkan terkena batu atau batang kayu saat terpeleset.

Belum diketahui apakah Mujiman harus operasi atau hanya perawatan biasa. “Setelah melakukan tindakan (medis) kami akan melaporkan ke dokter spesialis, sehingga apakah pasien harus menjalani operasi atau hanya cukup dengan terapi obat-obatan masih menunggu dokter spesialis,” kata dokter jaga IGD, Dimas Rendika.

Reporter Angga Prasetiya

Editor Achmad Saichu