Banjir Rendam 2 Desa

Blitar, Koran Memo – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Blitar sejak semalam,mengakibatkan dua desa di Kecamatan Sutojayan yakni Kelurahan Sutojayan dan Desa Bacem terendam luapan air sungai. Banjir terjadi akibat ambrolnya tanggul sepanjang 6 meter dengan ketinggian tanggul 3 meter yang berfungsi sebagai penahan sungai di persawahan Desa Bacem Kecamatan Sutojayan .Tak kurang sedikitnya 50 rumah dan 2 hektare sawah milik warga terendam luapan air yang terjadi sejak pukul 03.00 WIB.

Situasi banjir yang menerjang pemukiman di Kelurahan Sutojayan (arief/memo) Foto-Petugas polisi melakukan pengarahan arus lalu lintas agar warga tidak terjebak banjir (arief/memo)
Situasi banjir yang menerjang pemukiman di Kelurahan Sutojayan (arief/memo)
Foto-Petugas polisi melakukan pengarahan arus lalu lintas agar warga tidak terjebak banjir (arief/memo)

Dari informasi yang didapat banjir berasal dari wilayah Kecamatan Panggungrejo. Pasalnya sejak semalam wilayah Kecamatan Panggungrejo hujan deras dan air yang turun dari penggunungan ini langsung meluber ke arah Kecamatan Sutojayan. “Arusnya deras. Masuk ke dalam rumah setinggi lutut orang dewasa,” tutur Sugeng, Kepala Kelurahan Sutojayan Kecamatan Sutojayan, Jumat (1/5).

Menurutnya, hujan turun sejak pukul 23.00 WIB. Dalam waktu cepat, debit air sungai meningkat yang langsung membuat tanggung jebol. Ambrolan tanggul menyebabkan terjangan air yang membawa material lumpur masuk ke ruas jalan Desa Bacem dan menggenangi persawahan serta pemukiman di Kelurahan Sutojayan sendiri.Meski tidak ada korban jiwa, air yang terus meningkat sempat membuat warga resah. “Memang sebagian besar warga bertahan. Namun ada juga yang mengungsi ke rumah kerabatnya,” imbuhnya.

Selain menerjang permukiman warga, banjir juga merendam area persawahan. Banjir yang berlangsung mulai Jumat (1/5) siang ini terus menggenangi jalan dan rumah warga .Pada waktu bersamaan di wilayah Kecamatan Panggungrejo juga terdapat longsoran tanah yang menimpa salah satu rumah warga namun tidak ada korban jiwa.

Dikonfirmasi terpisah Kapolres Blitar AKBP Edy Mujianto SIk saat ikut melakukan monitoring di lokasi banjir mengatakan, banjir disebabkan sedimentasi sungai.Endapan yang menebal di dasar sungai mengakibatkan volume air mudah meluap. Di sisi lain, permukiman warga memang berada di lokasi dataran rendah. “Karena tidak kuat menahan tekanan air, tanggul akhirnya jebol,saat ini kami juga mengerahkan pasukan untuk ikut melakukan gotong royong membersihkan jalan yang terdapat material lumpur,” ujarnya.

Untuk penanggulangan pasca bencana, pihaknya melakukan kordinasi dengan pihak BPBD dan pihak perangkat desa setempat untuk melakukan kordinasi pasca banjir ini. Karena diketahui jika tanggul yang mengakibatkan banjir ini jebol,maka dari itu pihaknya mengajak agar mengantisipasi jika terjadi banjir susulan. “Karena hujan masih berlangsung, kita mengimbau warga untuk waspada. Kita masih mendata kerugian material,serta kordinasi untuk antisipasi banjir susulan jika tetap hujan nantinya,” pungkasnya.(rif)