Babak Baru, Dugaan Pemalsuan Surat Oleh Advokat Mulai Dilidik Polres Lamongan

Share this :

Lamongan, koranmemo.com – ‘Benang Kusut’ dalam kasus Ngambri Sudipo (53) warga Dusun Ngigas Desa Mojodadi Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan bakal terurai. Polres Lamongan saat ini sedang mendalami pelimpahan laporan : LP-B/785/X/RES.1.9/2020/UM/SPKT Polda Jatim.

 

Dilaporkannya EY seorang advokat di Lamongan lantaran diduga telah memalsukan tanda tangan Ngambri di dalam surat kuasa khusus yang digunakan terlapor melakukan upaya hukum melawan pengusaha property di Lamongan.

 

“Saat ini masih dilakukan pendalaman oleh unit II. Untuk membuat terang apakah hal tersebut masuk tindak pidana atau tidak, kita harus melalui beberapa tahapan,” jelas KBO Reskrim Iptu Turkhan mewakili Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Davit Manurung.

 

Sementara, I Ketut Sudiharja selaku penasihat Ngambri berharap Polres Lamongan bisa mengayomi dan keadilan bisa ditegakkan. Mengingat, selain dugaan kuat ada unsur tindak pidana pemalsuan dokumen, tindakan tersebut melanggar kode etik advokat. Tak ayal, rencana mengadukan ke dewan kehormatan organisasi advokat juga bakal dilakukan.

 

Pelimpahan penanganan Laporan Polisi dari Polda Jatim ke Polres Lamongan dinilai sudah sesuai ketentuan sebab tempat kejadian perkara (locus delicti) berada di Lamongan selain itu juga untuk mempermudah proses penyidikan.

 

“Kenetralan juga patut disorot karena kita sudah pernah lapor di Polres, isinya hanya DPO. Sedangkan saat ini yang kita laporkan adalah pengacara senior Lamongan yang mungkin sudah biasa berhubungan di polres Lamongan,” jelasnya, Jum’at (20/11).

 

I Ketut menambahkan ada nuansa korupsi/gratifikasi dalam kasus Ngambri. Karena pengacara memalsukan tanda tangan kliennya hanya untuk bisa lanjut berperkara, padahal hanya sebagai turut tergugat 2 yang diabaikan tergugat lainnya, sehingga berdampak luas.

 

Dalam memantau perkembangan laporan polisi tersebut, advokat asal Jakarta ini juga mengirim surat dengan nomor : B18/10/2020 ke beberapa pihak diantaranya Kadivkum Mabes Polri, Kapolda Jawa Timur, Direskrimum Polda Jatim, Kabagkum Polda Jatim dan Kapolres Lamongan.

 

Sekedar diketahui, Ngambri melaporkan EY buntut dari gugatan PT Karya Usaha Mandiri Pratama (penggugat) terhadap Irfan Susanto (41) (tergugat) warga Ciro Kulon RT 015 RW 004 Desa Bakung Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo.

 

Saat itu, Ngambri selaku pembeli 6 bidang tanah pekarangan senilai Rp 1 Miliar lebih kepada Irfan berubah status menjadi turut tergugat II. Untuk mewakili di persidangan Ngambri menguasakan kepada EY di tingkat PN Lamongan saat itu.

 

Yang patut disayangkan, upaya hukum tersebut berlanjut hingga Kasasi maupun Peninjauan Kembali (PK). Padahal tanda tangan surat kuasa khusus hanya sekali, itu yang disesalkan meski sudah mengeluarkan biaya ratusan juta rupiah kepada EY.

 

Berbekal dokumen yang diduga dipalsukan, akhirnya melaporkannya ke Direskrimum Polda Jatim hingga munculah laporan polisi nomor : LP-B/785/X/RES.1.9/2020/UM/SPKT Polda Jatim tanggal 7 Oktober 2020.

 

 

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu