Ayah Setubuhi Anak Tiri Hingga Hamil 7 Bulan, Ini Pengakuannya

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Baru menikah 1 tahun, Su (40) pekerja proyek warga Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk berbuat ulah. Dia menyetubuhi anak tirinya, sebut saja Bunga (15) pelajar  SMP hingga hamil 7 bulan.

Padahal istrinya sendiri (ibu kandung korban) juga tengah hamil 7 bulan. Tak terima anaknya diperlakukan tak senonoh oleh suami mantan istrinya, kasus ini oleh ayah kandung korban dilaporkan ke Polsek Warujayeng, Selasa (19/2/2019).

Terbongkarnya tindak asusila ini berawal dari kecurigaan tante korban, yang merasakan ada kejanggalan pada tubuh keponakannya. Selain bertambah bongsor, sang keponakan (korban), seperti layaknya orang berbadan dua.

“Saat berangkat sekolah, tantenya melihat perut korban kelihatan membesar. Selanjutnya si tante ini menghubungi ayah kandung korban jika ada yang aneh pada korban,” kata AKP Moh. Sudarman Kasubbag Humas Polres Nganjuk saat dikonfirmasi.

Setelah pulang dari sekolah, lanjut Sudarman, korban ditanya oleh ayah kandung dan tantenya. Waktu itu, korban belum mau buka suara perihal keadaan tubuhnya. Akhirnya, ayah kandungnya berinisiatif membawa korban ke Puskesmas Tanjunganom.

“Hasil pemeriksaan puskesmas menyebutkan jika korban hamil 31 minggu atau tujuh bulan. Ketika ditanya, akhirnya korban mengaku jika dia disetubuhi ayah tirinya berkali-kali,” bebernya.

Dengan mengantongi hasil tes dan visum dari Puskesmas Tanjunganom, selanjutnya kasus ini oleh ayah kandung korban dilaporkan ke Polsek Tanjunganom.

Kepada petugas korban mengaku jika ayah tirinya tersebut sering minta jatah. “Korban disetubuhi saat akan berangkat sekolah dan saat ada kesempatan. Korban tidak berani melapor karena takut dengan ayah tirinya yang sering mengancamnya,” urainya.

Selanjutnya unit reskrim berikut Babinkamtibmas menjemput pelaku di rumahnya. Pelaku mengakui perbuatannya telah menyetubuhi anak tirinya sendiri hingga hamil, padahal saat ini istrinya juga mengandung. “Korban berikut saksi dan pelaku langsung diserahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Nganjuk,” pungkas Sudarman.

Reporter : Muji Hartono
Editor      : Achmad Saichu