Awasi Peredaran Hewan Kurban dari Luar Daerah

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri meminta kepada masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan selama proses penyembelihan dan pemotongan hewan kurban. Saat ini, tidak hanya pengawasan kepada panitia kurban pada Hari Raya Idul Adha 1441, DKPP juga mengawasi peredaran hewan kurban dari luar daerah.

Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran, Pujiono menjelaskan, kemungkinan penyebaran virus corona atau Covid-19 tidak hanya antara manusia, tapi hewan juga bisa menjadi media penyebaran Covid-19. Pasalnya, penyebaran melalui droplets atau melalui tetesan cairan tubuh melalui mulut maupun hidung.

Bahkan, saat ini DKPP masih memeriksa beberapa lokasi yang sering digunakan sebagai pasar dadakan untuk menjual hewan kurban. “Ada beberapa titik, seperti pasar hewan Muning, atau sekitar terminal Tamanan. Kami akan memeriksa berkas-berkas penjualan hewan, jika penjual mendatangkan dari luar daerah,” jelasnya, Selasa (21/7).

Mengenai pelaksanaan penyembelihan dan pemotongan hewan kurban, kata Pujiono, masyarakat diharapkan mematuhi protokol kesehatan. Mulai memakai masker, sarung tangan, apabila diperlukan juga memakai memakai pelindung badan dari plastik atau mantel plastik dan sepatu boots.

Untuk penyembelihan hewan, lanjutnya, disarankan maksimal 3 orang saat menyembelih sapi. “Kalau pengamatan kami, satu ekor sapi itu disembelih 3 orang saja sudah cukup. Untuk kambing sebenarnya satu orang saja sudah cukup. Jika perlu, diberlakukan shift, memang penanganannya memerlukan waktu lebih lama, tapi ini demi keamanan bersama,” ujarnya.

Pujiono mengimbau, proses penyembelihan dan pemotongan hewan tidak harus dilaksanakan pada hari H Idul Adha. “Tidak harus tanggal 10 Zulhijah, bisa sampai tanggal 12 Zulhijah untuk proses penyembelihan dan pemotongan sehingga meminimalisir adanya warga yang berkumpul di satu tempat,” katanya.

Upaya lain pencegahan penyebaran Covid-19, pada bagian pemotongan diharapkan hanya lima orang. Saat pembagian daging kurban, diberikan dua pilihan, dibagikan dengan mengantar dari rumah ke rumah atau door to door atau memberikan kupon keadaan warga dengan pembagian waktu pengambilan.

Sementara ini, kata Pujiono, untuk pasar atau penjual hewan kurban dadakan masih belum menjamur. “Dari pengawasan kami, belum menjamur seperti tahun lalu. Kalau tahun lalu, dua sampai tiga minggu sebelum hari H sudah banyak bermunculan penjual, baik dari masyarakat Kota Kediri sendiri maupun dari luar daerah,” ucapnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Della Cahaya