Awas..! Daging Sapi Gelonggongan Dijual

f-dagingTulungagung, Memo- Masyarakat harus lebih hati-hati dalam membeli daging sapi. Pasalnya daging sapi gelonggongan bisa dijual bebas di pasaran setelah adapasokan dari luar kota.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Tulungagung Titik Andayani kemarin. Menurutnya, Dinas Peternakan pernah melayangkan surat peringatan kepada penjual daging sapi di Kecamatan Ngunut dan Kecamatan Tulungagung.

“Karena kedua penjual yang dirahasiakan namanya menjual daging sapi gelonggong. Akan tetapi, setelah diberi peringatan, mereka sudah tidak menjual daging gelonggong. Kami terus pantau penjualan daging sapi,” katanya.

Dijelaskan, daging sapi gelonggong bukan berasal dari Tulungagung, melainkan dari Blitar dan Kediri. Sayang Titik tidak menyebutkan secara rinci identitas pengirim daging gelonggong yang merugikan konsumen itu.

Menurutnya, daging sapi gelonggong secara kasat mata bisa dilihat yaitu terus mengeluarkan air atau basah. Sedangkan daging sapi yang tidak digelonggong terlihat lebih kering.

Secara kesehatan menurutnya, daging sapi gelonggong tidak membahayakan konsumen yang mengkonsumsi. “Konsumen hanya dirugikan secara materi saja,” paparnya.

Untuk mengantisipasi daging sapi gelonggong. Lanjut Titik, Dinas Peternakan melakukan ispeksi mendadak (Sidak) di beberapa pasar sebelum sholat subuh.

Diantaranya di pasar Ngemplak, Wage, Ngunut, Ngantru, Rejotangan, Campurdarat dan Tanggunggunung. Sidak dilakukan secara rutin tiap bulan. “Menjelang lebaran satu minggu bisa dua kali,”kata Titik. (JB)