Awas ! Catut Nama Ketua Komisi B DPRD, Penipu Minta Uang Rp. 15 Juta

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Kasus pembukaan lahan secara liar di Perkebunan Kopi Kandangan Desa/Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, dimanfaatkan oknum tidak dikenal (OTK) melakukan penipuan.

Dengan modus mengatasnamakan Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Wahyu Widayat, OTK berupaya memeras pengelola PT Perkebunan Kopi dengan alasan untuk konsumsi mediasi warga dengan pihak DPRD.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Wahyu Widayat mengatakan, oknum tersebut telah mencemarkan nama baik secara pribadi dan institusi DPRD.

Sebab mereka berusaha memeras pengelola Perkebunan Kopi Kandangan. Informasi didapat, lanjutnya, awalnya OTK menelepon pihak Kecamatan Kare menanyakan nomor telepon PT Perkebunan Kopi Kandangan. Selanjutnya, OTK menghubungi pihak PT Perkebunan Kopi Kandangan menyampaikan bahwa dalam rangka kegiatan rapat dengan DPRD, pihak dewan meminta sejumlah nominal untuk pelaksanaan rapat tersebut sekitar Rp 15 juta sekitar hari Rabu (14/10).

Baca Juga: DPRD Trenggalek Terima Kunjungan Pansus I DPRD Kebumen Tentang Perda TBC

“Itu sudah mencemarkan nama baik pribadi dan lembaga. Kami tegaskan, kegiatan yang dilakukan oleh DPRD semua ditanggung oleh negara,” ungkapnya, Jumat (16/10).

Politisi PKB ini menduga, pelaku bukan orang luar daerah, karena mengetahui masalah PT. Perkebunan Kopi Kandangan. “Baik orang Kabupaten Madiun atau bukan, kita tetap melaporkan kasus ini ke pihak berwajib,” ujarnya.

Sementara Camat Kare, Tarnu Ashidiq membenarkan modus penipuan dilakukan OTK. Saat itu, ia ditelpon oleh orang yang mengatasnamakan Wahyu Widayat Ketua Komisi B. Oknum menggunakan menelpon dengan seluler biasa bukan whatsapp dengan nomor baru sehingga tidak muncul nama Ketua Komisi B pada HP milik Tarnu. Karena terpaut dengan suara sambutan, ia pun tidak begitu memperhatikan benar itu suara Wahyu Widayat atau bukan.

Oknum minta nomor HP Kabag Afdeling Kempo dan Grenjeng PT Perkebunan Kopi Kandangan Eko Yulianto.

“Karena saya tidak punya nomornya dan belum mengenal saya mintakan ke Kades Kare. Setelah diberikan saya kirimkan ke nomor tadi lewat WA ke nomor tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Kembangkan Jaringan Napi, Satresnarkoba Polres Jombang Ciduk 2 Pengedar Sabu

Tidak berselang lama, lanjutnya. Tarnu ditelepon Kades Kare mempertanyakan kebenaran bahwa ketua Komisi B meminta uang konsumsi rapat yang akan datang dengan nilai Rp 15 juta. Tarnu pun menampik hal tersebut.

Yakin jika modus penipuan, pihaknya langsung mengumpulkan Kades Kare, Eko Yulianto, penggarap lahan Ismadi beserta istri karena penggarap juga ditelpon nomor yang sama minta uang Rp 15 juta.

Pihaknya meminta agar Eko maupun Ismadi tidak menanggapinya walaupun ada permintaan transfer. Ia pastikan nomor tidak benar karena sampai sekarang dicoba telpon ulang juga tidak ada jawaban.

“Dewan tidak mungkin meminta seperti itu, segera kita koordinasikan sehingga uang belum terlanjur, ditransfer,” tandasnya.

Reporter: Juremi
Editor: Della Cahaya