Awalnya Diremehkan, Kini Diperhitungkan di Setiap Kompetisi

Kediri Drum Squad, Komunitas Drummer Kediri

Sempat diremehkan terkait kualitas bermain drum, Kediri Drum Squad (KDS) membuktikan eksistensi dengan prestasi. Meski baru terbentuk pada tahun 2013 lalu, komunitas drummer Kediri ini telah menorehkan banyak prestasi di berbagai kompetisi. Merekapun sering diundang di setiap acara.

Nama Kediri Drum Squad (KDS) mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pecinta musik di Kota Kediri. Pasalnya KDS ini merupakan sebuah komunitas yang menjadi wadah bagi para drummer di Kota Kediri. Sejumlah prestasi di berbagai event pun telah mereka torehkan. “Komunitas ini baru terbentuk 3 tahun lalu tepatnya tahun 2013. Awalnya saya ingin ada wadah tersendiri buat para drummer menunjukkan kemampuannya,” tutur Axel CB, pendiri KDS.

Keinginan Axel untuk membentuk komunitas ini berawal saat dia menjuarai sebuah kompetisi drum di Surabaya pada tahun 2013. Seseorang panitia menanyakan padanya apakah di Kediri ada komunitas tersendiri yang menjadi wadah bagi para drummer. Pertanyaan tersebut sering terbayang-bayang di pikiran Axel mengapa di Kediri tidak ada komunitas drummer. Padahal di Kediri memiliki banyak drummer yang berbakat dan memiliki penampilan yang bagus. Keinginan itu disampaikannya pada saudaranya yang juga seorang drummer. “Awalnya hanya berdua saja anggotanya saya dan saudara saya yang juga pemain drum,” kenang Axel.

Axel pun mulai mengenalkan komunitas bentukannya dan mengajak temannya sesama drummer untuk bergabung. Awalnya komunitas ini diberi nama Kediri Eks Drummer. Berbagai festival drum mereka ikuti untuk menunjukkan eksistensi komunitas mereka. Seiring waktu, nama Kediri Eks Drummer diubah nama menjadi Kediri Drummer Squad.

Pandangan sinis mengenai KDS pun berdatangan karena komunitas ini masih berusia seumur jagung. Tak jarang beberapa komunitas lainnya meremehkan kemampuan mereka. Tak ingin membalas dengan omongan Axelpun menunjukkan eksistensi dengan prestasi dalam berbagai ajang kompetisi. “Kita tidak ingin ramai, kita tantang saja mereka dengan menunjukkan kemampuan mereka dan akhirnya mereka mengakui kemampuan kita,” tutur Axel.

Tak hanya mengikuti berbagai kompetisi, Axel dan timnya memanfaatkan acara car free day (CFD) dan bermain di hadapan masyarakat umum. Tampaknya CFD menjadi berkah tersendiri bagi komunitas ini. KDS mendapat panggilan untuk tampil di beberapa event musik di Kediri.

Berbagai kegiatan mereka lakukan saat berkumpul bersama. Meski memiliki kemampuan drummer, anggota komunitas ini tidak ingin menonjolkan kemampuan mereka secara individu. Sebagai komunitas mereka saling belajar bersama mengenai teknik dan berbagai hal mengenai drum. (nuramid hasjim)