Awak Media Diusir RSUD Nganjuk Ketika Meliput

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Sejumlah awak media diusir oleh petugas keamanan RSUD Nganjuk saat proses liputan berlangsung, Rabu (2/9). Liputan tersebut terkait kasus yang sedang viral, yakni tertukarnya bayi dari pasangan Feri Sujarwo dan Arum Rosalina di RSUD Nganjuk warga Desa Sonobekel, Tanjunganom.

Hal itu menyebabkan beberapa wartawan yang tidak terima dengan perlakuan petugas keamanan, kemudian melaporkan kepada pihak yang berwenang. Aksi mereka didukung oleh organisasi yang menaunginya, baik Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nganjuk dan beberapa organisasi profesi lainnya. Wartawan juga menggandeng Prayogo Laksono sebagai kuasa hukum.

Andik Sukaca,  Ketua PWI Kabupaten Nganjuk mengingatkan kepada semua pihak yang terkait, wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh hukum, dalam hal ini UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers, selain merupakan tindak pidana yang dilarang oleh UU Pers.

“Hal itu juga merupakan pelanggaran berat terhadap asas-asas demokrasi dalam suatu negara,” ujar Andik

Ditemui usai melaporkan kejadian tersebut ke Satreskrim Polres Nganjuk, menurut Prayogo Laksono perbuatan hukum secara pidana ada dugaan yaitu melanggar Pasal 18 Undang – Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dengan ancaman hukuman dua tahun kurungan dan denda Rp 500 juta rupiah.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Nganjuk Iptu Nicolas Bagas mengaku telah menerima aduan yang dilayangkan oleh perwakilan wartawan. “Aduan sudah kami terima dan akan kami pelajari lebih lanjut,” ujarnya.

Reporter: Inna Dewi Fatimah

Editor: Della Cahaya