Audiensi Puluhan Pekerja Seni dengan Ketua DPRD Kab. Kediri 

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Puluhan pekerja seni Kediri Raya yang tergabung Forum Silaturahmi Musisi dan Artis (Fusirama) dan Rajawali Kediri Raya, Rabu (8/7) siang beraudiensi dengan Dodi Purwanto Ketua DPRD Kabupaten Kediri. Audiensi yang berlangsung selama dua jam lebih ini utamanya soal nasib pekerja seni yang selama empat bulan masa pandemi Covid-19  tidak bisa berkreasi.

Pekerja seni ini diantaranya adalah Weding Organizer, musisi tradisi, music elektone dangdut, gantangan burung dan pekerja terop. Mereka ingin mendapatkan izin secara utuh seperti wilayah lainya untuk bisa pentas dan mendapatkan izin berkreasi. Karena selama empat bulan yang biasanya omzet untuk WO Rp 100 juta/bulan, kini sepi.

Padahal memiliki karyawan yang cukup banyak dan setiap harinya perlu makan dan keperluan lainya untuk anak-anak. Bisa dipastikan mereka sepi job selama Pandemi. Karenanya mereka meminta DPRD Kabupaten Kediri untuk memfasilitasi ke Pemkab Kediri dan Polri sebisanya mereka berkreasi.

Dodi Purwanto Ketua DPRD Kabupaten Kediri mengapresiasi kedatangan pekerja seni yang mengadukan nasibnya yang selama empat bulan selama Pandemi Covid-19. Karena tidak mendapatkan pekerjaan maka diantara mereka ada yang menjual perlengkapan pendukung kerja sehari-hari.

“Kami akan tampung semua masukan dari pekerja seni dalam Fusirama Kediri Raya ini. Kita akan berkoordinasi dengan forkompimda Kabupaten Kediri untuk membahas aduan pekerja seni ini. Tentunya kita akan membahas dalam sebuah rapat dan bisa mendapatkan solusi bagi seniman-seniman Kediri Raya,” ujarnya.

Ditambahkan, hal ini perlu disikapi serius karena selama ini mereka mengandalkan pekerjaan dari bidang seni dan saat pandemi mereka tidak mendapatkan tanggapan sama sekali.Karena mendatangkan kerumunan massa adalah larangan saat Pandemi Covid-19 di Kabupaten Kediri.

Sementara Mohamad Solihin dari Rajawali Kediri komunitas burung kicau mengaku ingin mendapatkan solusi dari dewan dengan membantu memberikan kelonggaran untuk melakukan kegiatan gantangan. Mengingat banyak dampak dari kondisi saat ini dan pengaruhnya pada pengrajin sangkar burung yang sepi penjualan.

“Biasanya pengrajin sangkar burung bisa menjual 200 sangkar burung dalam sebulan. Malah love bird yang sebelumnya harga Rp 200.000 kini hanya 15.000. Karenanya kami memohon kepada dewan untuk membantu kami dan memberi solusi yang terbaik agar kami bisa berkreasi,” ujarnya.

Chandra Airen Ketua Weding Dekorator Kediri Raya memang mengaku sepi job selama empat bulan di masa Pandemi Covid-19. Selama ini dalam setiap aktivitas Weding Dekoratore tetap menerapkan protokoler kesehatan. Di Kediri Raya berkecimpung di Weding Dekorator cukup banyak.

“Kami ingin mendapatkan respon dari dewan dan tim Gugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Kediri. Kita ingin mendapatkan kelonggaran dalam kegiatan. Ini bahkan penuruan omzet dari 100 juta per bulan dan selama Pandemi jadi zonk. Bahkan kami jual aset untuk membayar karyawan dan mereka juga butuh makan,” katanya.

Reporter Quen Garda Paramitha/Bakti Wijayanto

Editor Achmad Saichu