Bupati Sepakat Dukung Mahasiswa, Ketua DPRD Tulungagung Justru Mangkir Saat Audiensi

Share this :

Tulungagung, koranmemo.com – Aliansi Mahasiswa Tulungagung melakukan audiensi dengan Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, Kamis (15/10) siang. Hasilnya, Bupati telah menandatangani dan mendukung atas tuntutan mahasiswa dalam menolak pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

Namun, dalam audiensi lanjutan tersebut, Ketua DPRD Tulungagung mangkir dan tidak menepati janjinya untuk menghadiri audiensi bersama Bupati Tulungagung.

Koordinator Aliansi Mahasiswa Tulungagung, Bagus Prasetiawan mengatakan, pihaknya bersyukur bahwa Bupati Tulungagung mau menandatangani tuntutan dari mahasiswa. Menurutnya, hal itu berarti masih ada orang yang mau memikirkan nasib masyarakat Tulungagung utamanya masyarakat kecil.

“Kami bersyukur Bupati Tulungagung mau mendukung kami dengan menandatangani tuntutan dari kami. Kami sangat menghargai apa yang sudah dilakukan Bupati sebagai bentuk simpati kepada warganya,” ujar Bagus usai audiensi.

Baca Juga: Ketua DPRD Tulungagung Belum Mau Berikan Dukungan Tolak Omnibus Law

Kendati demikian, dirinya mengaku menyesalkan tindakan Ketua DPRD Tulungagung yang tidak bisa menepati janjinya dengan tidak hadir saat audiensi.

Padahal, dalam audiensi yang dilakukan di gedung DPRD Tulungagung kemarin, Ketua DPRD Tulungagung berjanji akan datang dalam audiensi dengan Bupati yang akan digelar pada pukul 13.00 WIB pada keesokan harinya (Kamis).

“Kami disini merasa dibohongi oleh Ketua DPRD Tulungagung. Kemarin sudah kami sampaikan, ketika Ketua DPRD Tulungagung tidak mau tandatangan kami akan lakukan aksi lagi dengan masa yang lebih besar,” tegasnya.

Bagus mengungkapkan, dia sudah berusaha untuk menghubungi Ketua DPRD Tulungagung. Namun, usahanya sia-sia, karena tidak mendapatkan tanggapan dari Ketua DPRD Tulungagung.

Pihaknya akan terus berusaha agar Ketua DPRD Tulungagung mau menandatangani tuntutan dari mahasiswa.

“Dari tadi dia (Ketua DPRD) tidak bisa dihubungi. Malah yang bisa dihubungi adalah Adib Makariem Wakil Ketua DPRD Tulungagung. Kami akan masih terus mengejar Ketua DPRD Tulungagung untuk tanda tangan,” paparnya.

Baca Juga: Bawaslu Kabupaten Blitar Temukan Pemilih Usia 500 Tahun di DPS

Sementara itu, Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo menjelaskan, dia telah menandatangani surat tuntutan dari mahasiswa dalam audiensi kali ini. Karena isi dalam surat tersebut memohon kepada presiden untuk mempertimbangkan mengenai Omnibus Law UU Cipta Kerja.

“Apalagi mempertimbangkan banyak aksi penolakan di daerah,” jelas Maryoto Birowo

Maryoto menuturkan, dia ingin membuat Tulungagung ayem tentrem mulyo lan tinoto seperti slogan yang selama ini dijunjung tinggi di Tulungagung.

Maka dari itu pihaknya menyikapi tuntutan dari mahasiswa yakni dengan menyetujui dan mendukung apa yang diperjuangkan mahasiswa. Namun secara kelembagaan, pihaknya hanya akan menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada Presiden.

“Kami hanya menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada Presiden. Hendaknya bisa dipertimbangkan oleh Presiden,” tuturnya.

Baca Juga: Beras BPNT Sering Bermasalah, Bulog Akan Ditunjuk Sebagai Suplier

Saat disinggung mengenai tidak hadirnya Ketua DPRD Tulungagung, dirinya mengungkapkan, sebenarnya tadi sempat bertemu dengan Ketua DPRD Tulungagung dan rencananya Ketua DPRD Tulungagung juga mau datang dalam audiensi. Tapi, ketika audiensi berlangsung hingga selesai, Ketua DPRD Tulungagung tak kunjung terlihat.

“Tadi katanya juga mau datang. Tapi tidak tahu ada keperluan apa kok tidak jadi datang,” tutupnya.

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Della Cahaya