Atap Ruang Kelas SMPN 2 Satap Jambon Ambruk, Lapor ke Dindik Tak Ditanggapi

Share this :

Ponorogo, koranmemo.com – Keseriusan Dinas Pendidikan untuk menuntaskan perbaikan sekolah tidak layak di Ponorogo dipertanyakan. Hal ini menyusul ambruknya atap salah satu ruang di SMPN 2 Satu Atap (Satap) Jambon sebelum direhab.

Dari pantuan di lapangan, atap bangunan yang ambruk ini digunakan untuk penyimpanan alat musik gamelan dan sering digunakan 17 siswa untuk berlatih gamelan. Sebelumnya pada 2016 lalu, ruangan ini digunakan untuk ruang kelas SD Krebet Jambon.Kepala Sekolah SMPN 2 Satap Jambon Achmad Junaidi mengatakan, kejadian ambruknya atap ini pada Minggu (20/10) siang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini lantaran sekolah libur. ” Kejadiannya Minggu kemarin sekitar jam satu siang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa naas tersebut,” ujarnya, Senin (21/10).

Lebih jauh, Junaidi mengungkapkan diduga robohnya atap bangunan kelas gamelan ini akibat kontruksi kayu yang keropos akibat dimakan rayap, lantaran sejak 26 tahun dibangun belum pernah sekalipun direhab. Sebelum roboh pihaknya sebelumnya telah melaporkan kondisi atap bangunan ke Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo sejak 5 bulan lalu. Namun hingga kini belum mendapat perbaikan dan akhirnya roboh.” Dijanjikan untuk segera ada tindakan.Ternyata sebelum ada tindakan, bangunannya sudah keburu roboh. Rehab terakhir 2014 itu gedung. Kalau atap 26 tahun belum pernah,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Endang Retno Wulandari berdalih sebelum roboh, atap ruang kelas gamelan itu telah diusulkan untuk mendapatkan rehab di tahun 2020. Namun, akibat kondisi yang telah lapuk atap bangunan justru roboh terlebih dahulu. Ia pun berjanji akan memprioritaskan perbaikan atap SMPN 2 Satap Jambon itu tahun depan menggunakan dana DAK 2020.” Itu sudah dimasukkan 2020. Kalau kondisi begitu akan jadi prioitas tahun depan. Sejak 5 bulan lalu sudah dikosongkan karena kondisinya,” pungkasnya.

Reporter Zainul Rohman

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date