Atap Ruang Kelas Rusak

Share this :

Mojokerto, Koran Memo – Puluhan murid Sekolah Dasar Negeri Wonorejo 2 yang ada di Dusun Pandansili Desa Wonorejo Kecamatan Trowulan, sejak dua bulan terakhir harus belajar berdesakan. Itu setelah atap 6 ruang kelas mereka rusak. Bahkan 2 ruang kelas tersebut tak bisa ditempati. Tidak hanya di ruang kelas, kerusakan atap juga terjadi di ruang guru, kantor, dan gudang.

Kondisi atapp ruang kelas yang rusak (agung/memo)
Kondisi atapp ruang kelas yang rusak (agung/memo)

Sudiyo, salah satu guru SDN Wonorejo 2 mengatakan kondisi sekolah yang mendidik  79 murid itu memang tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar. Saat turun hujan, halaman sekolah menjadi becek. “Atap 6 ruang kelas yang terakhir kali direnovasi tahun 2008 silam kini banyak yang ambruk. Kerusakan paling parah ada di ruang kelas 1 dan 2,” ujar Sudiyo, kepada wartawan, Kamis (11/2).

Selain atap ruangan ambruk, lanjut Sudiyo, genteng-genteng juga berserakan. Bekas reruntuhan atap bercampur genangan air hujan terlihat berserakan di ruangan.”Ambruknya sejak 2 bulan yang lalu. Kerangka atap dan plafon lapuk dimakan rayap. Ditambah kena hujan jadi ambruk,” tambah guru olah raga tersebut.

Masih kata Sudiyo, hingga saat ini belum ada perhatian dari pemerintah sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolahnya terganggu. Kegiatan belajar 29 murid kelas 1 dan 2 harus diungsikan ke ruangan lainnya. “Murid kelas 1 belajar di ruang perpustakaan, kelas 2 kami campur dengan kelas 3. Ini membuat murid kami tidak bisa konsentrasi. Ada yang mengerjakan tugas, sementara kelas satunya ada guru sedang menerangkan,” tuturnya.

Sudiyo menambahkan, kerusakan juga terjadi pada 4 ruang kelas lainnya. Meski masih bisa ditempati, atap ruang kelas bocor di beberapa titik. Saat hujan turun, kegiatan belajar terpaksa dihentikan. Guru dan murid harus membersihkan genangan air hujan di ruang kelas mereka. “Ancaman atap ambruk yang bisa terjadi kapan saja membayangi guru dan murid,” tambah Sudiyo.

Menanggapi ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Yoko Priyono mengaku sudah menerjunkan tim untuk meninjau langsung kondisi bangunan SDN Wonorejo 2.”Bulan ini akan kami kumpulkan kepala sekolah SD calon penerima anggaran renovasi. Karena ada ketakutan para kepala sekolah dalam menyerap anggaran. Maret kemungkinan rehabilitasi ruang kelas baru bisa berjalan,” akunya.

Ia menambahkan, dari 402 sekolah dasar negeri dan swasta di Kabupaten Mojokerto, 142 sekolah diantaranya mengalami kerusakan. Untuk itu, pihaknya menganggarkan Rp 5,8 miliar untuk memperbaiki kerusakan itu. “Tahun ini kami siapkan anggaran Rp 5,8 miliar untuk rehabilitasi sekolah-sekolah dasar yang rusak. Alokasi anggaran per sekolah variatif tergantung tingkat kerusakan,”pungkasnya. (ag)