Antisipasi Pergerakan Massa, TNI-Polri Pantau Stasiun KA

Nganjuk, koranmemo.com – Meski KPU pusat telah mengumumkan pemenang pemilu legislatif dan pilpres, namun TNI-Polri tetap mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Terlebih untuk mempersempit pergerakan dan mobilisasi massa menuju Jakarta terkait people power.

Seperti yang dilakukan oleh petugas gabungan dari Kodim 0810/Nganjuk dan Polres Nganjuk dibantu Polisi Militer, melakukan pantauan di Stasiun Kereta Api (KA) Nganjuk, Selasa (21/5/2019) sekitar pukul 13.30 WIB.

Sejumlah penumpang yang akan masuk, terlebih dahulu digeledah barang bawaannya.  Untuk penumpang tujuan Jakarta, juga dimintai keterangan terlebih dahulu oleh petugas.

Ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada penumpanga lain, sekaligus mencegah pergerakan massa yang diperkirakan akan bergabung pada aksi 22 Mei 2019.

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta mengatakan, kegiatan ini untuk menjaga meluasnya suatu kejadian yang akan masuk ke wilayah Nganjuk ataupun mencegah kegiatan dil uar Kabupaten Nganjuk.

Dijelaskan, pantauan ini ada kaitannya dengan ditangkapnya terduga teroris oleh Densus 88 mabes Polri di wilayah Kabupaten Nganjuk. Selain itu juga merupakan salah satu langkah Polres Nganjuk dan Kodim 0810/Nganjuk untuk pencegahan.

“Kita lakukan razia serta penyekatan-penyekatan dari pelaku-pelaku atau orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan mencegah aksi yang diperkirakan akan dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2019 di Jakarta,” ujarnya.

Sedangkan penggeledahan terhadap barang bawaan penumpang, sebagai langkah untuk mencegah adanya benda-benda berbahaya seperti senjata tajam, bahan peledak hingga obat-obatan terlarang dalam perjalanan kereta api.

“Jangan sampai ada benda-benda membahayakan penumpang, membahayakan perjalanan kereta api. Kita semua harus nyaman, dan kegiatan ini akan terus dilaksanakan sampai dinyatakan bahwa Nganjuk dalam keadaan aman,” pungkasnya.

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date