Antisipasi Pelanggaran, Bawaslu Kota Blitar Bentuk Tim Cyber

Blitar, koranmemo.com – Tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (pilkada)  Kota Blitar sudah mendekati masa kampanye. Mengantisipasi adanya pelanggaran, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)  Kota Blitar membentuk tim cyber untuk melacak jejak digital setiap oknum yang diduga melakukan pelanggaran.

Dijelaskan oleh Bambang Arintoko, Ketua Bawaslu Kota Blitar, fokus daripada pelanggaran pemilu adalah di antaranya netralitas ASN, negatif campaign, dan black campaign.

“Kami tidak ingin menunggu adanya laporan untuk menindak pelanggaran, maka dari itu Bawaslu membentuk tim  cyber,” kata Bambang Arintoko, Senin (21/9).

Terkait pelanggaran protokol kesehatan, pada pelaksanaan pemilu, ia menerangkan, sampai hari ini belum ada aturan untuk yang membahas lebih dalam tentang sanksi.

“Jika ada peserta pemilu yang mengindahkan protokol kesehatan, tindakan Bawaslu hanyalah berupa teguran,” jelas Bambang.

Disinggung tentang desakan penundaan pelaksanaan pilkada yang hari ini berkembang, ia menjelaskan pihaknya  hanyalah sebagai lembaga negara yang bersifat pelaksana.

“Kalau tentang berita penundaan pemilu, yang jelas bawaslu kota tidak dalam kapasitas menjawab itu, karena itu sudah menjadi domain pemerintah pusat,” jelasnya.

Reporter: Abdul Aziz Wahyudi

Editor: Della Cahaya