Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, SMPN 3 Kota Blitar Jadi Rumah Isolasi Alternatif

Blitar, koranmemo.com – Perkembangan Covid-19 di Kota Blitar yang sering mengalami naik turun secara tiba-tiba alias sulit diprediksi, membuat Pemkot Blitar harus berusaha keras dalam mempersiapkan langkah-langkah antisipasi. Itu seperti penyediaan rumah isolasi alternatif jika sewaktu-waktu ada lonjakan pasien Covid-19 di Kota Blitar.

 

Hakim Sisworo, Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Blitar mengatakan, Pemkot sesuai dengan arahan Wali Kota Blitar, Santoso sudah merencanakan adanya rumah isolasi mandiri alternatif. Lokasi itu di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 03 Kota Blitar di jalan Ciliwung, Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar.

 

“Ini kami lakukan sebagai langkah antisipasi jika terjadi lonjakan kasus konfirmasi positif Covid-19 secara tiba-tiba di Kota Blitar. Mengingat kapasitas di rumah isolasi yang telah di siapkan sebelumnya sudah mulai penuh dan khawatir tidak lagi dapat menampung pasien Covid-19,” katanya,(13/01).

 

Sampai saat ini, Kota Blitar masih memiliki satu rumah isolasi mandiri yang bertempat pada Poltekes Kota Blitar di Jalan Dr. Soetomo, Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar dengan kapasitas sebanyak 122 pasien.

 

“Kemarin sudah ada yang pulang sekitar 40 orang dari jumlah penuh kapasitas. Kemudian kembali terisi lagi, saat ini mungkin sekitar 90 an lebih orang yang sedang menjalani isolasi di sana,” lanjut Hakim.

 

Sedangkan pada rumah sakit rujukan yakni RS Mardi Waluyo, Hakim menyebutkan jika saat ini sudah tidak lagi bisa menampung pasien Covid-19. Itu dikarenakan telah mencapai jumlah maksimum kapasitas.

 

“Maka dari itu kami siapkan dua rumah sakit darurat. Yaitu di Puskesmas Kepanjenkidul dan bekas Asrama Dosen Poltekes Kota Blitar agar pasien Covid-19 bisa mendapatkan perawatan secara baik oleh tenaga kesehatan,” tutupnya.

 

Reporter: saifudin/abdul aziz wahyudi

Editor Achmad Saichu