Antisipasi Klaster Baru, Masuk Pasar Peterongan Wajib Pakai Masker

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Merebaknya penyebaran virus covid-19 di pasar tradisional Peterongan Jombang, membuat Koordinator Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang, Agus Purnomo akan memberlakukan pencegahan di pasar tersebut dengan wajib memakai masker baik para pedagang maupun pembeli.

“Jadi kita akan kordinasi bersama Disperindag untuk mengimbau kepada seluruh penjual dan pembeli baik di luar maupun di dalam wajib pakai masker, dengan harapan nanti di pasar Peterongan ini tidak ada yang terkonfirmasi baru. Karena kemarin salah satunya pasien positif yang berada di Desa Alang-alang Caruban itu berjualan di pasar itu,” ungkap Agus kepada awak media, Senin (1/6) pagi.

Bahkan, pihaknya semalam sudah melakukan koordinasi dengan Kepala Disperindag agar untuk setiap hari melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri di masing-masing lapak bersama paguyubannya. Agus menyebutkan, sebagai percepatan penanganan Covid-19, untuk bahan disinfektan ini difasilitasi oleh pihak gugus tugas.

“Kita hanya fasilitasi disinfektan namun untuk penyemprotannya memakai orang paguyuban pasar divsana. Karena pasien positif suami istri ini pedagang sayur di pasar Peterongan,” sambungnya.

Namun saat disinggung bahwa pasar tradisional ini bakal menjadi klaster baru, dimana sebelumnya di Desa Plosokerep dinyatakan klater penyebaran Covid-19 di Jombang. Agus menampik adanya hal tersebut, dan pihaknya tidak ingin adanya klaster terbaru disana. Bahkan mengenai tidak ditutupnya pasar itu, juga belum dilaksanakan sebab masih dilakukan pertimbangan dan akan melakukan evaluasi dahulu.

“Makanya kita cegah dan fokus di pasar Peterongan ini baik di kedua Dinas itu, yakni pihak Dinkes dan Disperindag. Untuk penutupan pasar, pertimbangannya tetap kita evaluasi dulu di pasar Peterongan, dengan jumlah yang mungkin bisa dikatakan klater itu. Saat ini, kita mengambil langkah-langkah, karena adanya satu pasien positif,” jelasnya.

Sedangkan sampai kapan hal itu diberlakukan dan pasar tersebut tidak dilakukan penutupan, Kepala Dinas Pendidikan ini juga menambahkan, bagi para pedagang maupun pembeli yang tidak memakai masker di pasar Peterongan, bakal dikenakan sanksi sosial sendiri oleh pihak paguyuban, seperti ditolak saat masuk pasar, dan disuruh balik sampai pembeli atau pedagang memakai masker.

“Untuk sampai kapannya, kita tetap selalu melakukan sosialisasi terhadap penyebaran virus Covid-19. Dan kita terus berupaya semaksimal mungkin sehingga keberadaan Covid-19 ini betul-betul bisa semakin menurun,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Editor Achmad Saichu