Antisipasi Kekerasan dan Teror, Polres Blitar Kumpulkan Tokoh

Share this :

Blitar, koranmemo.com- Polres Blitar mulai antisipasi kaitannya dengan kemungkinan ricuh pada coblosan Desember ini. Sebagai antisipasinya melaksanakan deklarasi damai tolak anarkisme kekerasan dan teror pada Jumat pagi, (16/10), yang melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur mahasiswa.

Agenda itu dipimpin langsung oleh Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya. Deklarasi bertujuan untuk menjalin persaudaraan, kebersamaan dan menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. “Maksud acara ini untuk menjaga Blitar yang baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur,” katanya.

Adanya tindakan anarkis yang terjadi di beberapa wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang disebabkan oleh respon masyarakat terhadap UU Cipta Kerja menjadi keprihatian tersendiri. Maka dari itu pihaknya berharap hal serupa tidak terjadi di Kabupaten Blitar. “Jangan mau kita dibenturkan, tidak masalah adakan aksi, tetapi yang harus diingat adalah jangan sampai berbuat perusakan,” ungkapnya pada peserta deklarasi damai.

Terlebih, Kabupaten Blitar sebagai salah satu daerah yang melaksanakan pemilihan umum secara langsung kepala daerah (Pemilu Kada) tahun 2020. Kapolres menekankan pihaknya akan berusaha dan berkerja optimal untuk tetap menjaga kondusifitas wilayah. “Kami tidak mau Blitar ini dikotori oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, yang hanya mementingkan kekuasaan dan urusan pribadi,” tuturnya.

Agus Muadzin, Ketua Forum Komunikasi Umat Antar Beragama (FKUP) Kab Blitar, mengatakan, pentingnya menjaga nilai-nilai dan budaya luhur agar tidak mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang sengaja ingin membenturkan masyarakat.

Situasi nasional yang akhir-akhir ini mulai menghangat, menurutnya, harus tercipta sinergitas antara tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat, dan pemerintah untuk melakukan komunikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman. “Sehingga benar-benar tercipta kondisi Blitar seperti yang kita harapkan bersama. Yaitu tentram, nyaman, dan damai,” ungkapnya.

Mewakili Organisasi Kemahasiswaan, Fatkhur Rohman, Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Blitar, memberikan apresiasi atas terselenggaranya deklarasi damai anti anarkisme dan teror pada pagi hari itu. “Semoga dengan adanya deklarasi ini bisa menyatukan visi misi seluruh elemen, dan menyamakan pandangan untuk menjaga kondusifitas wilayah Kabupaten Blitar,” harapnya.

Secara tegas, dalam agenda itu seluruh elemen bersepakat untuk senantiasa mengedepankan upaya kordinasi, komunikasi dan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan masalah.

Reporter: Saifudin/Abdul Aziz Wahyudi
Editor Achmad Saichu