Antisipasi Joki di Test SKD CPNS, Peserta Wajib Rekam Data Pribadi

Kediri, koranmemo.com – Mengantisipasi joki dalam pelaksanaan test Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS pada 14 Februari 2020, panitia mewajibkan seluruh peserta melakukan pendataan melalui rekam data yang dilakukann petugas dari Dispendukcapil Kabupaten Kediri. Petugas perlu memcocokkan  data KTP dengan peserta yang sedang melakukan rekam data.

Andri Sugianto panitia tes SKD Pemkab Kediri 2020 menjelaskan sangat penting perekaman data untuk semua peserta test. Pemeriksaan dan perekaman data ini berlangsung selama tiga menit untuk memastikan bahwa yang bersangkutan benar-benar peserta test CPNS 2020.

Petugas dari Dispendukcapil meminta data diri dari peserta dan kemudian merekamnya, dengan merekam data melalui pemeriksaan identitas di mata, semua data diketahui bahwa orangnya memang asli sebagai peserta bukan sebagai joki atau peserta abal-abal. Karenanya semua peserta harus mengikuti peraturan dan prosedur yang ada.

“Sejauh itu kita melakukan pemeriksaan dan perekaman data peserta tes SKD CPNS Pemkab Kediri 2020. Hal ini penting karena untuk mengetahui tingkat kejujuran peserta test dalam melaksanakan test sebagai calon abdi negara. Dengan perekaman data dari petugas Dispendukcapi data peserta bisa terdeteksi asli dan bukan,” ujarnya.

Ditambahkan Andri perekaman data seperti saat perekaman data KTP ini juga akan berlaku sama bagi peserta dari Kota Kediri, Kabupaten/Kota Blitar. Pemeriksaan dan perekaman data untuk menghindari kecurangan fatal yang dilakukan oleh peserta. Kalau peserta palsu bisa dengan mudah diketahui petugas.

“Pola seperti ini sudah prosedur baku yan ditetapkan oleh panitia pusat. Hal ini juga untuk menunjukkan keaslian peserta dalam uji SKD dan tidak bisa dihindari. Hal ini juga kami lakukan seperti halnya tahun-tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Reporter Bakti Wijayanto

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date