Antisipasi Banjir Susulan

Share this :

Blitar, Koran Memo – Kembali jebolnya tanggul Sungai Ngunut di Kecamatan Sutojayan mengakibatkan ratusan rumah warga di tiga desa wilayah Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar kembali tenggelam. Pasca bencana itu, Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkan antisipasi jika adanya banjir susulan kembali. “Atas kejadian tersebut hanya ada 2 warga yang sempat mengungsi di posko kami yang berada di Kantor Desa Sutojayan,” kata Heru Irawan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar.

Jalanan dan rumah warga terendam banjir (rofiq/memo)
Jalanan dan rumah warga terendam banjir (rofiq/memo)

Menurut Heru, sebenarnya sudah ada perbaikan di tanggul Sungai Ngunut yang jebol. Dari 4 titik yang diperbaiki masih ada 1 titik yang belum selesai proses perbaikannya. “Karena cuaca selama beberapa hari ini masih cukup deras curah hujannya, dan masih ada satu tanggul yang belum selesai dikerjakan. Akhirnya jebol kembali karena tingginya tekanan air yang mengalir,” jelasnya.

Banjir akibat jebolnya tanggul tersebut sempat merendam jalan dan sebagian besar permukiman warga di Kelurahan Sutojayan, Kelurahan Kedungbunder, dan Desa Bacem Kecamatan Sutojayan. BPBD Kabupaten Blitar tetap fokus untuk antisipasi banjir susulan dengan mempersiapkan 20 orang anggota tanggap bencana banjir bandang dan  10 orang personil untuk stanby di dapur umum. “Ada 30 orang yang kami siapkan dengan perlatan lengkap untuk tanggap bencana banjir di Sutojayan, selain itu kami juga sudah menyiapkan lokasi pengungsian yang barada di Kelurahan Sutojayan lengkapa dengan Tim Tenaga Medis,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar Susi Narulita juga meminta kepada Pemkab Blitar serta SKPD terkait untuk selalu siap melakukan evakuasi terhadap warga yang menjadi langganan korban banjir seperti di Kecamatan Sutojayan. “Pemerintah juga harus memberikan prediksi dini jika dimungkinkan akan terjadi banjir kepada masyarakat. Jangan sampai terjadi kepanikan yang membuat hal-hal lain yang tidak diinginkan terjadi. Selain itu warga juga harus waspada,”  kata Susi Narulita.

Sebelumnya pada 18 Januari 2016 lalu tanggul Sungai Ngunut jebol dan  telah merendam 3 desa yang juga membuat sekitar 80 warga mengungsi di Posko Pengungsian di Kelurahan Sutojayan. Bahkan ada 3 sekolah yang juga terpaksa diliburkan karena sekolahnya terendam.

Secara topografi, wilayah Kecamatan Sutojayan berada di dataran rendah. Kecamatan Sutojayan berada di bawah pegunungan Kecamatan Wonotirto di sebelah selatan dan pegunungan wilayah Kecamatan Panggungrejo di wilayah Timur. Sehingga masuk musim penghujan air yang berasal dari selatan dan timur mengumpul menjadi satu di Kecamatan Sutojayan. (fiq/rif)