Aniaya Rekan Kerja, Residivis Diamankan

Share this :

Trenggalek, Koranmemo.com – Dipicu masalah utang piutang membuat BA (29) warga Kecamatan/Kota Kediri gelap mata. Dia tega menganiaya MD (21) warga Kecamatan Kras Kabupaten Kediri yang tak lain adalah rekan kerjanya. Penganiayaan itu dipicu lantaran BA merasa jengkel kepada rekan kerjanya itu karena memiliki utang piutang bisnis penjualan ikan laut. BA semakin geram lantaran saat menagih hutang rekan kerjanya itu selalu mengelak dengan berbagai alasan.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S mengatakan, penganiayaan yang dilakukan residivis yang pernah menjalani hukuman di Lapas Kelas II A Kota Kediri terjadi di kawasan wisata Pantai Cengkrong Kabupaten Trenggalek. “Peristiwanya terjadi pada Rabu (27/2) sekitar pukul 15.30 WIB di kawasan Pantai Cengkrong di Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Trenggalek, Jumat (1/3).

MD, lanjut Kapolres tak menyangka jika ajakan pelaku bersama dengan beberapa temannya bakal berbuntut penganiayaan. Pasalnya ketika menuju lokasi mereka berangkat menggunakan satu kendaraan dan berdalih akan mengambil pesanan ikan. “Korban dijemput pelaku bersama tiga temannya menggunakan mobil nopol D 1139 BK. Di dalam mobil itu, mereka minum-minuman keras. Mereka berangkat dari Kediri menuju Trenggalek,” imbuh Kapolres Trenggalek.

Kapolres Trenggalek menambahkan, setiba di lokasi korban bersama dua orang di dalam mobil turun terlebih dahulu saat pelaku memarkir kendaraan. Pada saat MD duduk di tepi pantai, tiba-tiba BA langsung melakukan penganiayaan kepada korban. “Tiba-tiba pelaku melakukan kekerasan atau penganiayaan terhadap korban dengan cara menendang dan memukul mengenai wajah, akibatnya korban mengalami sakit dan luka,” ujarnya.

Rupanya aksi pelaku tak cukup sampai disitu. Pelaku juga mengancam korban dengan pisau lipat yang dibawanya. Dengan sisa tenaga korban langsung berlari meminta pertolongan warga sekitar. “Pelaku masih mengancam korban dengan membawa pisau lipat sehingga korban lari minta tolong,” imbuh Kapolres Trenggalek.

Kapolres Trenggalek menambahkan, pasca mengalami penganiayaan korban melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Watulimo. Setelah mendapatkan laporan tersebut petugas segera melakukan serangkaian penyelidikan. Alhasil pelaku diamankan saat mencoba melarikan diri. “Petugas langsung melakukan penyekatan jalur. Sekitar pukul 17.30 WIB pelaku diamankan di Jalan Raya masuk Desa Tasikmadu,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui jika BA merupakan residivis dan pernah dipenjara di Lapas Kelas II A Kediri sekira tahun 2014 dengan kasus pengeroyokan. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku diancam pasal 351 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan.

Reporter Angga Prasetya
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date