Angkut Mahoni “Gelap”, Ditangkap

Share this :

Jombang, koranmemo.com –  Petugas Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang menangkap Abdul Hamid (39), warga Desa Bringin Kecamatan Wajak Kabupaten Malang dan Yuda Siswanto (34), asal Desa/Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang, Selasa (8/11). Keduanya ditangkap lantaran kedapatan mengangkut 31 gelondong kayu mahoni tanpa membawa kelengkapan dokumen yang sah menggunakan truk Mitsubishi Fuso bernomor polisi AG 8864 UM, di Jl Yos Sudarso Desa Tunggorono Kecamatan Jombang. “Kedua pelaku merupakan kenek dan sopir. Dari penangkapan ini turut diamankan truk sarana mengangkut kayu bernopol S 8864 UM, 31 gelondong kayu mahoni diameter antara 30 – 50 sentimeter dengan panjang 210 sentimeter serta uang tunai Rp 900 ribu,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang, Iptu Muhamad Subadar, Rabu (9/11).

Subadar menjelaskan, penangkapan dilakukan berawal dari kecurigaan polisi yang sedang patroli saat melihat truk dengan muatan kayu mahoni dengan ditutup terpal, melintas di Jl Yos Sudarso. Polisi kemudian memutuskan menghentikan truk dengan kabin berwarna coklat itu saat akan memasuki pabrik PT Seng Fong Moulding Perkasa di Desa Tunggorono. Setelah dihentikan, polisi kemudian mengecek kelengkapan surat dan dokumen terkait angkutan yang sedang dibawa.

Benar saja, baik AH maupun YDS tidak bisa menunjukkan dokumen yang sah terkait angkutan kayu mahoni. “Keduanya hanya mampu menunjukkan sebuah SKAU No urut 001 atas nama Juned dengan penerima PT Seng Fong Tunggorono,” papar Subadar.

Karena tidak dapat menunjukkan dokumen yang sah, dua pelaku akhirnya dibawa ke Mapolres Jombang guna pemeriksaan lebih lanjut. “Sementara truk beserta angkutannya kami bawa ke Kantor Sat Lantas Polres Jombang,” rincinya.

Dari pemeriksaan, lanjut Subadar, kedua pelaku mengaku membawa kayu dari Kabupaten Malang. Sebanyak 31 gelondong kayu itu sedianya dibawa ke PT Seng Fong. “Akibat perbuatannya, kedua pelaku langsung ditahan dijerat pasal 83 ayat 1 huruf b juncto pasal 12 huruf e UU Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan,” ujarnya.

Ditanya apakah ada keterlibatan orang dalam dari PT Seng Fong? Subadar mengaku hingga saat ini polisi sedang mendalami kasusnya. “Untuk itu (keterlibatan) masih dalam penyelidikan. Kamu juga masih mengorek keterangan dari AH dan YDS,” pungkasnya. (ag)