Angka Kematian Akibat Corona di Italia Lewati China

Roma, koranmemo.com – Wabah corona di Italia semakin memburuk. Meski sudah melakukan lockdown, kasus corona di Italia masih belum sepenuhnya dapat dikendalikan. Jumat (20/3), berdasarkan data yang telah dikumpulkan hingga hari Kamis kemarin, kematian akibat corona di Italia telah melebihi yang terjadi di China dengan 3.405 kematian yang terjadi.

Jumlah kematian di China akibat ccorona sendiri dilaporkan sebanyak 3.245 kematian. Sebelumnya, China merupakan negara yang paling terdampak dengan jumlah kematian tertinggi di seluruh dunia. China juga merupakan negara dimana kasus tersebut pertama kali dilaporkan pada bulan Desember tahun lalu.

Melihat kondisi Italia yang belum membaik dan semakin memburuk, Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte mengumumkan, Italia akan menambah periode lockdown yang telah ditentukan. “Langkah ini dapat membantu untuk mencegah keruntuhan sistem yang ada,” ujar Conte.

Sekertaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan, virus ini memiliki potensi merusak yang sangat tinggi. “Jika kita biarkan, virus ini seperti api yang liar, terutama pada wilayah yang rentan di dunia, virus ini dapat membunuh jutaan warga,” ujar Antonio dikutip dari AFP.

Sejauh ini, Korea Selatan adalah negara yang dianggap telah melakukan langkah yang paling efektif. Korea Selatan melakukan langkah agresif dengan melakukan tes secara masif kepada warganya. Dengan menggunakan langkah tersebut, Korea Selatan memang mengalami lonjakan jumlah pasien positif corona yang drastis dan sempat mencatatkan jumlah kasus corona terbanyak setelah China.

Namun apa yang dialami oleh Korea Selatan adalah suatu realita yang memang harus dihadapi oleh semua negara, mengingat virus ini tidak bisa dilihat dan sangat mudah menyebar seperti flu biasa. Dengan menggunakan langkah tersebut, pemerintah dapat mengetahui seccara pasti siapa saja yang terinfeksi dan segera melakukan perawatan.

Jumlah pasti terhadap warga yang terinfeksi virus ini adalah kunci dari penanganan pandemi corona. Menekan jumlah kasus dengan hanya menerapkan lockdown baru akan berdampak besar jika pemerintah setempat dapat mengetahui secara pasti siapa saja yang benar-benar sehat dan memisahkannya dari yang telah terinfeksi.

Terbukti, di Korea Selatan, meski jumlah kasusnya telah meningkat tajam, namun setelahnya pemerintah dapat langsung menekan penularannya. Saat langkah tes ini dilakukan, Korea Selatan mendapati sekitar 8.000 kasus dalam waktu singkat dan hingga saat ini, kasus di Korea Selatan mencapai sekitar 8.500 kasus.

China yang pertama kali menghadapi kasus corona, saat ini telah menunjukan tren yang positif setelah pemerintah China mengumumkan tidak terjadi penularan antar warganya. Sejumlah rumah sakit darurat di China juga telah dibongkar karena jumlah warganya yang sembuh semakin meningkat.

Ditengah kondisi yang membaik di China, kasus corona di Luar China sedang meningkat pesat, setidaknya 158 negara telah terinfeksi corona sejauh ini. Berbagai kebijakan telah dikeluarkan untuk menghentikan pandemi corona baik secara medis maupun penanganan dampak ekonomi yang ditimbulkan.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya