Anggota Sindikat Pecah Kaca Didor

Share this :

Bermodal Obeng, Beraksi dengan Gaya Monyet

Blitar, koranmemo.com – Empat bandit spesialis pecah kaca lintas provinsi, yang kerap beraksi dibeberapa lokasi di wilayah hukum Polres Blitar Kotadiringkus polisi. Tiga dari empat pelaku dihadiahi timah panas oleh petugas karena mencoba melawan saat hendak ditangkap. Mereka yang ditembak yakni Pariska (42) warga Jl Merdeka Lingkungan III Desa Mangun Jaya Kecamatan Kayu Agung Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatra Selatan,Asnawi (44) warga Dusun Kuripan Desa Arsongo Kecamatan Bantaran Kabupatenj Probolinggo, dan Amin Tohari (37) warga Dusun Dadaplangu RT 02 / RW 01 Desa Dadaplangu Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Sedangkan satu tersangka yang tidak ditembak yaitu Hariyanto alias Hari (44) warga Lingkungan Bence 1 RT 03/ RW 01 Desa Bence Kecamatan Garum Kabupaten Blitar yang juga mempunyai rumah di Desa Sumbergirang Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto.

Keempat pelaku ini dibekuk setelah melakukan aksi pecah kaca mobil Toyota Avanza milik Agus Irianto (40) warga Jl Pemuda Supomo Kelurahan Gedog Kecamatan Sanan Wetan Kota Blitar saat berada di Jl Raya Desa Tuliskriyo Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Aksi kejahatan itu terjadi pada tanggal 19 September 2016 sekitar pukul 15.30 WIB.

Kapolres Blitar Kota AKBP Rendra Raditya Dewayana SIk melalui Kasat Reskrim AKP Danang Yudanto SIk SH menjelaskan jika sindikat ini berhasil ditangkap tim buru sergap setelah melakukan penyelidikan dan keterangan saksi-saksi.

“Karena dari hasil keterangan saksi dan hasil penyelidikan akhirnya diketahui jaringan ini karena cocok dengan keterangan saksi,saat dibekuk tiga pelaku melawan dan mencoba melarikan diri akhirnya kami lumpuhkan dengan tembakan ke kaki,sedangkan satu tersangka diamankan. Keempat pelaku akan dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” terangnya.

Saat dilakukan rilis,otak pelaku yakni Pariska memeragakan cara memecah kaca mobil.Awalnya keempat pelaku ini bersama-sama mendekati mobil yang terparkir dipinggir jalan.Saat itu tersangka Hariyanto bertugas sebagai pengawas lapangan dan mengecek didalam mobil ada barang berharga atau tidak. Untuk memberi tanda ada barang berharga, Hariyanto menirukan gerakan monyet.

“Kode yang kami pakai kalau ada barang didalam mobil biasanya dengan cara menggaruk kepala sambil menjulurkan lidah,sedangkan kalau tidak ada barang didalam mobil kami mengangguk-anggukan kepala,” ungkap Priska.

Dari aksi kawanan pelaku specialis pecah kaca ini petugas berhasil mengamankan barang bukti 3 unit sepeda motor jupiter MX dan Mio, uang tunai Rp 3,5 juta,4 handphone,1 buah obeng ,1 buah tas, dan identitas keempat pelaku.(rif)

 

 

Follow Untuk Berita Up to Date