Anggota Satpol PP Perkosa Anak Tiri

aniaya*Korban Alami Trauma dan Enggan Melanjutkan Sekolah

Nganjuk, Memo-Dengan didampingi oleh ibunya, Mawar (15) seorang pelajar salah satu SMP di Nganjuk mendatangi unit PPA Satreskrim Polres Nganjuk, Senin (20/10) pagi. Dia melapor telah diperkosa NN (43) ayah tirinya, yang anggota Satpol PP Pemkab Nganjuk warga Kecamatan Berbek sebanyak 4 kali. Akibat perbuatan amoral ayah tirinya ini, Mawar mengalami trauma dan enggan untuk melanjutkan sekolah.

Kasus perkosaan ini terkuak setelah Mawar sudah tidak mau bersekolah. Hal ini membuat ibu kandungya, SM (38) bertanya – tanya. Lantas kecurigaan pun muncul di benaknya. Apalagi sikap Mawar berubah drastis dan tidak seperti biasanya. Padahal Mawar tergolong anak yang periang. Kejanggalan pada diri Mawar inilah yang membuat ibunya mengorek keterangan tentang apa yang telah dialaminya.

Setelah ditanyakan, bagaikan disambar petir di siang bolong. Anak keduanya itu mengaku jika kehormatannya telah direnggut oleh NN yang tak lain adalah bapak tirinya. Lebih kagetnya lagi, kejadian itu dilakukan saat SM sedang bekerja. “Anak saya dipaksa, jika tidak mau akan dibunuh,” katanya usai melapor ke unit PPA.

Ketika didesak terus, Mawar mengaku jika dia telah diperkosa bapak tirinya sebanyak 4 kali. Setiap akan melakukan aksi bejatnya, sang bapak tiri selalu mengancam akan membunuh Mawar jika tidak mau meladeni nafsu birahinya. Ironisnya lagi, sang bapak tiri juga mengancam akan meghajar ibunya kalau Mawar tidak mau diajak bersenggama.

“Kejadian pertama dan kedua dilakukan pada bulan Januari, kejadian ketiga dan keempat pada bulan Februari dan Maret, setelah itu anak saya sudah tidak mau bersekolah lagi, dia lebih memilih mengaji,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan pengakuan dari anaknya, akhirnya kasus ini dilaporkan ke SPKT Polres Nganjuk. Mendapat laporan, petugas langsung mengantar korban ke RSUD Nganjuk untuk dimintakan visum. Selanjutnya kasus ini diserahkan ke unit PPA Satreskrim Polres Nganjuk.

Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Hendra Krisnawan saat dikonfirmasi melalui KBO Reskrim, Iptu Yogi Ardhi Kristanto membenarkan pihaknya telah menindaklanjuti laporan itu. Kini kasusnya masih dalam penyelidikan. “Barang bukti berupa hasil visum serta keterangan dari korban maupun orang tuanya sudah kita kantongi, secepatnya pelaku akan kita ringkus,” terang Iptu Yogi. (jie)

 

Follow Untuk Berita Up to Date