Andri Prayitno Raup Cuan Jutaan Rupiah Dari Bisnis Hutan Mini Selama Pandemi

Kediri, koranmemo.com – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu bekerja di rumah selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seperti saat ini. Seperti yang dilakukan oleh Andri Prayitno, warga Kelurahan/Kecamatan Pesantren, Kota Kediri ini. Dia berkreasi dengan tanaman dan membuat hutan mini.

Usaha yang digeluti selama pandemi tepatnya 2 bulan lalu inipun bisa mendatangkan cuan puluhan juta setiap bulannya. Usaha hutan mini yang dibuat oleh Andri ini berawal dari hobinya menanam bunga.

Sebelumnya Andri memiliki usaha jual beli bunga angrek. Namun ketika dia berkunjung ke temannya di Trenggalek, dia melihat seorang temannya membuat hutan mini dari berbagai jenis tanaman. Andripun mengamati bagaimana cara membuatnya dan mencobanya di rumah.

“Setelah saya coba sendiri di rumah hasilnya ternyata lebih bagus dan banyak yang suka,” ungkap Owner Shyfa Collection ini.

Baca Juga: Puluhan Ribu KPM Terdampak Pandemi di Kab. Kediri Terima BST

Waktu luang dimanfaatkan Andri untuk memproduksi hutan mini. Dalam membuat mini hutan ini, bahan yang digunakan adalah tanaman-tanaman mini yang masa tumbuhnya cukup lama.

Andri mengkombinasi beberapa jenis tanaman agar terlihat seperti hutan yang di dalam satu pot terdapat beberapa jenis tanaman yang berbeda. Selain itu, Andri juga menggunakan rumput hutan yang dia cari dari berburu di hutan bersama rekan-rekannya.

Untuk satu pot hutan mini buatannya ini, Andri mematok mulai harga Rp 100.000. Harga hutan mini ini tergantung dari bunga yang digunakan untuk dijadikan hutan mini. Apabila bahan dasar bunga yang digunakan sudah mahal, maka harga jual untuk satu buah hutam mini bisa mencapai jutaan rupiah.

“Harganya tergantung jenis tanaman yang digunakan. Jika yang digunakan tanaman mahal, maka harganya juga akan mahal,” ungkapnya.

Baca Juga: PPKM Se-Jawa Bali, Pemkot Kediri Tutup Sejumlah Ruas Jalan di Kota Kediri

Penjualannyapun sudah sampai ke beberapa daerah di Jawa Timur. Dalam proses penjualan, Andri memiliki kendala dalam hal pengiriman. Pasalnya apabila pegiriman menggunakan ekspedisi dikawatirkan rusak selama perjalanan.

“Harga tergantung tanaman yang digunakan. Kendalanya saat ini adalah pengiriman. Kita kesulitan pengiriman menggunakan ekspedisi karena takut rusak,” ungkapnya.

Reporter Nuramid Hasjim
Editor Achmad Saichu