Ancam Cabut Izin Karaoke

Jika Jual Miras dan Narkoba

Mojokerto, Koran Memo – Pemerintah Kota Mojokerto mengaku sedang mendalami laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan aktivitas tempat karaoke Graha Poppy di Kelurahan Kedundung Kecamatan Magersari. Pemkot mengancam akan menutup paksa tempat hiburan malam itu jika terbukti menjadi sarang peredaran narkoba dan menjual minuman keras (miras).

Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus saat meresmikan klinik hewan dan pertanian (agung/memo)
Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus saat meresmikan klinik hewan dan pertanian (agung/memo)

“Kalau ditemukan banyak pelanggaran ya akan kami cabut izinnya,” kata Walikota Mojokerto Mas’ud Yunus, usai meresmikan klinik hewan dan pertanian di kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Mojokerto, Kamis (14/4).

Mas’ud menjelaskan, pihaknya juga memanggil pengelola karaoke Graha Poppy dan perwakilan warga Kedundung. Pemanggilan itu untuk mendalami indikasi pelanggaran yang dilakukan pengelola karaoke. “Sekarang (Kamis)  ini mereka sedang kami panggil baik pengusaha dan masyarakat. Tidak boleh ada prostitusi, transaksi narkoba, traficking, miras, pornografi, pornoaksi, dan perjudian. Kalau menyalahi tutup sudah,” tegasnya.

Mas’ud menambahkan, selain mengevaluasi pengelolaan karaoke, pihaknya juga akan meninjau ulang lokasi Graha Poppy. Pasalnya, dalam tata ruang Kota Mojokerto, wilayah Kedundung lebih diperuntukkan sebagai kawasan permukiman penduduk. “Hanya satu yang saya lihat, harus di lihat dari tata ruang. Ruang itu boleh untuk itu (karaoke) atau tidak. Kalau tidak ya harus dipindahkan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, persoalan ini mencuat ketika belasan perwakilan warga Kedundung mendatangi kantor Walikota Mojokerto, Senin (11/4) lalu. Warga mengeluhkan keberadaan karaoke Graha Poppy yang semakin meresahkan warga.

Menurut warga, hampir setiap malam terjadi tawuran di tempat hiburan malam itu. Bahkan, tawuran antar pengunjung sampai masuk ke perkampungan dan perumahan. Itu membuat warga sekitar resah dan takut. Selain itu, Graha Poppy disinyalir warga menyalahi izin dengan buka melebihi jam 12 malam. Itu membuat warga sekitar tak bisa tidur dengan nyenyak lantaran terganggu suara musik dari tempat hiburan malam tersebut. (ag)

 

Follow Untuk Berita Up to Date