Anak Penjahit Kediri, Raih 2 Beasiswa Pendidikan sekaligus di UNS

Senyum ayah dan ibu kala itu sangatlah bahagia bahkan hingga meneteskan air mata. Kala itu ayah dan ibu sangatlah bahagia karena aku diterima menjadi mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan jurusan S1 Farmasi tanpa tes tulis ujian masuk (SNMPTN) tahun 2014 silam. Tak hanya itu yang membuat mereka terharu mungkin, aku dinyatakan diterima dengan poin dibebaskan dari biaya kampus selama 4 tahun kuliah, serta mendapatkan tambahan uang saku per bulan 600.000.

Jurusan kesehatan memang dinilai sangat mahal biaya kuliahnya dibandingkan jurusan lain, apalagi Farmasi. Inilah yang menjadi pertimbangan kedua orang tua saya yang ragu ketika saya memiih jurusan Farmasi. Sempat terpikir oleh ayah, bila aku diterima di jurusan farmasi dan bila tidak mendapatkan keringanan uang SPP kampus, maka saya disuruh pindah ke jurusan lain, bahkan universitas lain.

Namun, Allah memberikan jawaban lain. Maklum, kami memang berasal dari keluarga yang kurang mampu. Bahkan sekolah dari SD-SMA, saya tidak pernah absen mendapatkan beasiswa baik prestasi maupun beasiswa yang ditujukan untuk keluarga yang kurang mampu. Bagi keluarga kami, ekonomi bukan penghalang untuk mencapai pendidikan setinggi mungkin, hanya perlu usaha, doa, kerja keras, dan selalu berprestasi agar dimudahkan untuk terus belajar di bangku sekolah setinggi mungkin.

       Beasiswa yang saya ikuti kala itu sampai saat ini adalah beasiswa bidikmisi, yang mana beasiswa ini merupakan bantuan biaya pendidikan dari pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik, baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu.

Begitu mendukungnya pemerintah terhadap pendidikan, membuat kita sebagai siswa semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan, tanpa melihat ekonomi yang masih sangat kurang. Tak ada alasan untuk menghentikan mimpi menjadi seorang profesor karena kurangnya ekonomi kita, karena jalan sealu terbuka untuk mereka yang selalu mencari ilmu.

Saya percaya bahwa pasti ada jalan untuk mewujudkan mimpi kita ketika terdapat usaha dan kerja keras. Tahun ketiga di Universitas (Saat ini), rezeki itu datang lagi. Saya dinyatakan diterima mendapatkan beasiswa lagi, yaitu beasiswa aktivis nusantara. Beasiswa ini merupakan beasiswa Program investasi sumber daya manusia yang diberikan kepada para aktivis mahasiswa di berbagai bidang yang bertujuan membentuk negarawan pemimpin, berkarakter, kontributif, dan berprestasi.

Beasiswa Aktivis Nusantara atau Bakti Nusa diwujudkan dalam tiga bentuk kegiatan. Pertama, pemberian dukungan aktivitas setiap bulan dan dukungan aktivitas dalam dan luar negeri. Kedua, fasilitas pengembangan diri, yakni pelatihan dan pembinaan. Pelatihan terdiri atas pembangunan karakter, pelatihan kepemimpinan, pelatihan kepenulisan, pelatihan komunikasi publik, dan training values. Pembinaan terdiri atas pembinaan aktivis, yakni pendampingan kepemimpinan praktis oleh fasilitator yang meliputi aspek agama, kepemimpinan, keterampilan manajerial, akademik, dan sosial yang juga berperan sebagai sarana berbagi, pemantauan, dan evaluasi bagi peserta program oleh fasilitator.

Beasiswa aktivis ini dikeluarkan oleh Menejemen Dhompet Dhuafa.

Mendapatkan 2 beasiswa sekaligus, tak menghentikan jalan saya untuk terus belajar dan terus belajar. Dari 2 beasiswa ini saya terus mengembangkan minat bakat, prestasi, serta gerakan sosial yang saya tekuni sekarang. Karena mimpi saya masih sangat panjang, dan mimpi saya berikutnya adalah mendapatkan beasiswa untuk studi S2 di salah satu universitas negeri di Jogja, atau PTN di Bandung.

Mendapatkan 2 beasiswa sekaligus ini sangat membuktikan kepada saya bahwa ekonomi bukan penghalang utama untuk meraih pendidikan tinggi. Terus berusaha untuk mencapai mimpi, dan tingginya pendidikan harus sejalan dengan pemberian manfaat kepada masyarakat. Saat ini saya sedang menekuni gerakan sosial yang berhubungan dengan farmasi, yaitu saya menekuni gerakan sosial pembinaan kepada mahasiswa farmasi di Kediri, yaitu dengan mendirikan komunitas apoteker muda kediri. Komunitas ini saya dirikan dengan latar belakang karena tidak meratanya pendidikan dan kurang seragamnya kurikulum farmasi di Indonesia. Komunitas ini memberikan ruang diskusi kepada mahasiswa farmasi di Kediri dengan mahasiswa lain yang memiliki prestasi di universitasnya, selain itu komunitas ini juga aktif memberikan kampanye informasi obat kepada masyarakat kediri, agar masyarakat Kediri mengetahui cara penggunaan atau pemakaian obat dengan benar, sehingga obat yang diminum dapat memberikan efek yang optimal untuk mereka, dan akhirnya masyarakat kediri menjadi lebih sehat.

Latar belakang lain mendirikan komunitas ini adalah saya ingin mengabdi kepada masyarakat kediri, sehingga ilmu yang saya dapatkan di luar kediri, bisa saya aplikasikan di kota kediri, dan bisa bermanfaat untuk warga kediri. Dari kedua beasiswa itulah saya semakin semangat untuk terus mengembangkan komunitas sosial ini.

Menjadi aktivis yang aktif di sebuah organisasi tak melulu selalu menjadi mahasiswa abadi, mari kita ubah, menjadi aktivis yang aktif di organisasi dan aktif dalam prestasi itulah aktivis berprestasi yang mengantarkan pada kemudahan mencapai mimpi, kemudahan untuk selalu membanggakan kedua orang tua dan yang selalu dinantikan untuk memperbaiki negara ini.

       Tips dan triknya yang utama adalah semangat untuk terus mewujudkan mimpi-mimpinya dan mimpi kedua orang tua sehingga membuat orang tua bangga terhadap capaian kita saat ini. Selain itu untuk mendapatkan beasiswa bidikmisi, masa SMA adalah masa yang sangat berpengaruh untuk meraih beasiswa ini, sedapat mungkin ketika SMA, prestasi kita stabil bahkan meningkat, serta ikutiilah kompetisi-kompetisi di luar sekolah, karena sertifikat lomba/kompetisi ini sangatlah berpengaruh terhadap penilaian penerimaan beasiswa ini. Selain itu, kita juga harus aktif bertanya terkait beasiswa ini ke ruang Bimbingan Konseling sekolah, karena beasiswa ini sangat berhubungan dengan guru Bimbingan Konseling, atau boleh sekali-kali bertanya ke wakil kepala sekolah bidang akademik. Selain itu juga kita harus aktif memantau website http://bidikmisi.dikti.go.id/ agar tidak terdapat informasi yang terlewatkan yang berkaitan dengan pendaftaran dan syarat-syarat beasiswa. Setelah itu semua, maka tinggal memenuhi persyaratan beasiswanya secara lengkap. Kemudian tinggal upload berkas dan mendaftar sebagai calon penerima beasiswa. Tak lupa untuk terus berdoa agar dapat diterima menjadi salah satu mahasiswa yang beruntung karena dibebaskan biaya SPP selama 4 tahun dan diberikan uang saku tiap bulan Rp 600.000.

       Setelah dinyatakan diterima, maka di kampus kita harus berprestasi juga, nilai ipk harus stabil diatas 3,00, dan tetap harus berprestasi, karena setiap semester pasti ada monitoring terkait beasiswa ini,  dan bila prestasi menurun secara drastis maka beasiswa ini akan dicabut. Selain itu, menjadi mahasiswa bidikmisi juga harus dituntut aktif melakukan pengembangan softskiil bukan hanya melulu kuliah, kuliah, dan kuliah, tanpa mengikuti kegiatan lain seperti organisasi. Ikutilah organisasi semampunya yang tidak mengganggu nilai kita di kuliah, aktiflah di organisasi dan kegiatan-kegiatan kepemimpinan. Karena keatifan ini bisa mengantarkan kita untuk meraih beasiswa lagi, yaitu beasiswa aktivis.

       Teruslah berkembang dan belajar, sekali lagi saya tekankan ekonomi bukan penghalang utama untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya, karena dari kisah ini saya membuktikan bahwa anak seorang penjahit bisa mendapatkan beasiswa untuk meraih pendidikan dengan pembebasan biaya kuliah selama 4 tahun, serta beasiswa lain yang memberikan uang saku dengan total 1.400.000,- tiap bulan, dan pembinaan untuk persiapan S2 kelak. Mari bermimpi, mari mewujudkan, cukup melihat orang tua kita bekerja keras untuk memenuhi ekonomi kita, saatnya kita meningkatkan ekonomi keluarga kita dengan berpendidikan, saatnya kita membuat kedua orang tua kita tersenyum di hari tuanya, dan saatnya melihat tawa kedua orang tua kita bangga dan bahagia.

Pengirim :

Anggun Nurus Sholikhah,

Warga Blabak Kecamatan Pesantren Kota Kediri

Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta 2014-sekarang

Penerima Beasiswa Bidikmisi 2014-sekarang

Mahasiswa Berprestasi S1 Farmasi UNS Tahun  2016

Penerima Manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara 2017- Sekarang

Satu tanggapan untuk “Anak Penjahit Kediri, Raih 2 Beasiswa Pendidikan sekaligus di UNS

  • 12:40 ,13 Mei 2017 pada 12:40,13 Mei 2017
    Permalink

    Kereen dan sangat menginspirasi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.