Anak Muda di Ngetos Ikut Lestarikan Batik

Sekarang, barulah mereka merasakan hasilnya. Sebab, hasil karyanya semakin dinikmati oleh pecinta batik tulis. Tak hayal, mereka yang biasanya menganggur, kini dapat mendapatkan pekerjaan sekaligus uang dengan menekuni batik tulis ini.

Menurut Aris, corak warna yang dihasilkan anak-anak muda binannya ini terlihat eksotik dan elegan, sehingga membuat terpesona yang melihatnya. “Saat ini kami sedang mengerjakan pesanan dari Malaysia,” ucap Aris.

Baca Juga: Temukan Fosil Kaki Gajah dan Tanduk Banteng Berusia 500 Ribu Tahun

Aris menyebut, nama batik tulis yang dikerjakan anak muda ini diberinya nama ‘Anak Angin”. Selama pandimi Covid-19 ini, omzetnya turun. Ini lantaran sepinya order pesanan batik tulis maupun batik cap tulis. Selain itu bahan-bahan batik juga naik semua akibat Corona.

“Kami juga mengurangi karyawan sementara, karena berkurang pesanan. Kunjungan wisata batik dari anak pelajar, masyarakat maupun wisatawan luar negeri, dan latihan juga menurun,” ungkapnya.

Untuk sepotong kain batik ukuran 2 meter hingga 2,5 meter, Aris mematok harga bervariasi tergantung motifnya. Harga dimulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 1 juta.

Baca Juga: Tim Rajawali 19 Polres Nganjuk Libas Dua Terduga Pengedar Sabu

“Untuk promosi kita gunakan alat media sosial, juga promosi pameran, dan titip penjualan di Dekranasda Kabupaten Nganjuk. Motif batik juga bervariasi, yakni batik klasik warna gelap hitam dan coklat. Bagi orang muda motif batik modern dicampur klasik,” bebernya.

Pada hari Batik Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober ini, Aris berharap khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk bisa membantu promosi para pengrajin batik tulis, agar bisa kembali bergairah.

Reporter : Muji Hartono
Editor : Della Cahaya