Anak Langgar Lalin, Guru dan Orangtua Akan Ditilang

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Satlantas Polresta Kediri menilai angka pelanggaran pengendara di bawah umur masih tinggi, karena sepanjang operasi Patuh Semeru 2019 selama 14 hari mulai Kamis (29/8) sampai Rabu (11/9) tercatat sebanyak 232 pelanggar adalah pengendara di bawah umur. Untuk menekan angka pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara di bawah umur yang masih pelajar ini, petugas tidak hanya memberikan sanksi tilang kepada pengendara, tapi juga kepada guru dan orang tua.

Kasatlantas Polresta Kediri, AKP Indra Budi Wibowo mengatakan, selama operasi Patuh Semeru tersebut menciptakan pengendara yang tertib berlalu lintas sehingga dapat menekan pelanggaran dan angka kecelakaan. Namun, selama operasi dilakukan masih banyak pengendara di bawah umur yang menjadi pelanggar lalu lintas (lalin).

“Ternyata di Kota Kediri masih banyak pelanggar di bawah umur, mungkin upaya untuk menekan angka pelaggaran sudah dilakukan oleh pejabat sebelum saya, seperti tindakan preemtif, preventif, dan represif. Kalau preventif ini lebih ke arah sosialisasi, tidak hanya ke masyarakat tapi langsung menyasar ke sekolah,” jelasnya, Senin (23/9).

Dalam kasus pengendara di bawah umur ini, lanjutnya, adalah para pelajar, padahal sudah ada sosialisasi ke sekolah dan diakukan secara berkala. Jika para pengendara di bawah umur masih tetap melanggar, petugas akan memberikan tindak tegas berupa sanksi tilang. Untuk memberikan efek jera serta tanggung jawab bersama, petugas tidak hanya memberikan sanksi tilang kepada pengendara di bawah umur, tapi juga kepada guru dan orang tua.

Menurut Indra, petugas sudah sering memberikan sanksi tilang, tapi pengendara masih tetap melakukan pelanggaran. “Petugas sering memberikan sanksi tilang kepada para pengendara di bawah umur yang masih pelajar, harus ada tindakan tegas dari orang tua dan guru. Ke depan, kalau ada pelajar yang ditilang, maka guru dan orang tua akan kami panggil,” ujarnya.

Orang tua dan guru yang dipanggil juga akan diberikan sanksi tilang sehingga ada pengawasan serta perhatian lebih dari orang tua dan guru. Petugas juga akan melakukan kerjasama dengan pemerintah seperti Dinas Pendidikan (Disdik), supaya ada peraturan atau larangan pelajar mengendarai kendaraan jika belum cukup umur dan mempunyai SIM.

Indra berharap, dengan adanya peraturan dan larangan bagi pelajar mengendarai kendaraan, tidak ada lagi pengendara di bawah umur yang berkendara di jalan. Dia menilai, memberikan sanksi tilang kepada guru dan orang tua, tidak ada lagi orang tua atau guru yang membiarkan pelajar menggunakan kendaraan bermotor, karena para pelajar ini masih rawan terlibat kecelakaan lalu lintas.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor :  Achmad Saichu