Amankan Ratusan Buku Radikalisme

Share this :

Kediri, Koran MemoKejaksaan Negeri Kota Kediri mengamankan ratusan buku pelajaran Agama Islam dan Budi Pekerti kurikulum 2013 untuk siswa kelas XI SMA. Kejari terpaksa mengamankan buku-buku tersebut usai ditemukannya muatan paham radikalisme di dalam buku tersebut. Buku tersebut diamankan di kantor Kejari Kota Kediri lantaran dikhawatirkan dapat mengganggu keamanan dan menyebabkan perpecahan antar umat beragama.

Berita Terkait :
Buku Yang Beredar Harus Melalui Verifikasi

Isi buku yang berisi kata-kata berpaham radikalisme (kurniawan/memo)
Isi buku yang berisi kata-kata berpaham radikalisme (kurniawan/memo)

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Mamiek Wulandari melalui Kasi Intelijen, Dody Boedi Rahardjo mengatakan buku-buku agama tersebut ditarik dari 3 sekolah di Kota Kediri. Yakni SMK Al Huda sebanyak 600 buku, SMA Negeri 4 sebanyak 102 buku, dan SMK Pawyatan Dhaha sebanyak 365 buku. Kejari juga sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk bersama-sama mengamankan buku tersebut sambil menunggu perintah lebih lanjut dari pimpinan. “Sementara kami mengamankan buku-buku tersebut karena dikhawatirkan dapat menyebabkan perpecahan antar umat beragama,” ujarnya.

Dalam buku tersebut, pada halaman 164 dan 170, tertulis kalimat yang dikhawatirkan dapat menanamkan paham radikalisme di kalangan pelajar. Yakni memperbolehkan membunuh orang yang tidak menyembah Allah SWT. Menurut Dody, ajaran dalam buku tersebut apabila tidak dicerna dengan baik dapat menimbulkan keresahan dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan (Ipoleksosbudhankam).

Kejaksaan mengambil langkah mengamankan ratusan buku itu setelah mendapat tugas dari pimpinan menyusul peredaran buku serupa di daerah lain. Kejaksaan lantas melakukan pengecekan dan menemukan adanya peredaran buku tersebut di Kota Kediri.

Dody menambahkan, pihaknya juga berharap agar ada pihak-pihak yang berkompeten dalam hal itu untuk mengoreksi atau merevisi isi dari buku tersebut.(kur)