Amankan 17 Pemuda Terduga Pelaku Pengeroyokan di Taman Panggul

Trenggalek, koranmemo.comSatuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort Trenggalek mengamankan 17 terduga pelaku pengeroyokan yang menewaskan Deni Kurnia Sandi (17). Belasan pemuda itu diamankan petugas di beberapa lokasi yang berbeda dalam kurun waktu hampir bersamaan. Saat ini belasan pemuda asal Kecamatan Panggul itu tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Trenggalek.

Sebelumnya, remaja asal RT 26/RW 08 Dusun Karang Desa Wonocoyo Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Puskesmas Panggul. Dia harus menjalani perawatan medis karena mengalami luka parah diduga akibat pengeroyokan yang dilakukan belasan pemuda tersebut. Belum diketahui apa motif penganiayaan yang menelan korban jiwa tersebut.Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S melalui Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan maraton untuk menentukan status belasan pemuda tersebut. “Nanti setelah kami lakukan pemeriksaan dan gelar perkara, kita akan tentukan statusnya,” ujarnya saat dikonfirmasi di Mapolres Trenggalek, Minggu (19/5).

Tak membutuhkan waktu lama bagi petugas untuk menggulung belasan pemuda yang ditengarai terlibat pengeroyokan yang terjadi di Taman Balai Kota Panggul, Minggu (19/5) dini hari. Berdasarkan estimasi waktu pelaporan dengan penangkapan, hanya butuh waktu kurang dari 10 jam untuk mengamankan belasan pemuda tersebut. “Kami amankan di rumah maupun di tempat sembunyiannya,” jelasnya.

Pasca diamankan, mereka langsung di bawa ke Mapolres Trenggalek sekitar pukul 19.00 WIB. Untuk membawa terduka pelaku, petugas mengangkut mereka menggunakan sebuah mini bus. Pengamatan di lokasi, petugas terpaksa membopong salah satu terduga pelaku karena tengah mabuk. Ia menyebut, belasan pemuda itu sebagian mengenal korban. “Sebagian kenal,” imbuhnya.

Informasi yang dihimpun, sebelum meninggal Deni Kurnia Sandi pergi bersama sekelompok pemuda kurang lebih berjumlah 10 orang pada pukul 02.30 WIB. Remaja nahas itu pergi bersama rombongan motor setelah dua orang dari rombongan masuk ke rumah korban dan berpamitan.

Sewaktu dua orang tak dikenal dari rombongan itu berbicara dengan Mohammad Lutfi (25) yang tak lain adalah kerabat korban, sebagian dari rombongan langsung meninggalkan rumah bersama korban. “Kemudian dua orang dalam rombongan tadi ikut menyusul,” jelas Iptu Supadi, Kasubbag Humas Polres Trenggalek kepada Koranmemo.com saat dikonfirmasi.

Gerak-gerik sekelompok pemuda yang mencurigakan itu membuat keluarga korban curiga. Akhirnya Mochamad Lutfi menyusul mereka ke arah utara atau menuju Taman Balai Kota Panggul. Sesampainya di sekitar lokasi, ia mengetahui adanya keributan dan saat didekati keponakannya itu sudah terkulai lemah. Belum diketahui secara pasti apa motif penganiayaan tersebut. “Kemudian dia memberitahukan keluarganya,” imbuhnya.

Sesampainya di lokasi, lanjut Iptu Supadi, beberapa orang beserta keluarga korban membawa Deni Kurnia Sandi ke Puskesmas Panggul. Namun sayang, nyawa korban tidak bisa diselamatkan saat mendapatkan perawatan medis. Ia menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul  05.00 WIB. “Korban meninggal dunia di Puskesmas Panggul,” pungkasnya.

Selain memeriksa belasan terduga pelaku, petugas juga melakukan autopsi untuk menguak misteri dugaan penganiayaan yang menelan korban jiwa. Hingga saat ini belum ada keterangan secara resmi dari tim Disaster Victim Identification (DVI) Kediri pasca melakukan autopsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Soedomo Trenggalek. “Tadi sudah datang,” kata Sudjiono Humas RSUD Trenggalek saat dikonfirmasi.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date