Alasan Pemerataan, Dana PSKS Dipotong

Jombang, Koran MemoPembagian dana kompensasi kenaikan harga BBM melalui Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Desa Losari Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang diwarnai pemotongan sebesar Rp 100.000 hingga Rp 150.000 ribu per orang. Pihak desa beralasan, pemotongan dilakukan untuk pemerataan dan meminimalisir kecemburuan sosial. Uang potongan selanjutnya dibagikan kepada warga miskin yang tidak masuk dalam daftar penerima PSKS.

pembagian dana PSKS (ist)
pembagian dana PSKS (ist)

“Sekarang menerima Rp 600.000, tapi nanti sampai di rumah akan kami setor ke perangkat sebesar Rp 100.000,” ujar Kasiah (71), salah satu penerima PSKS, ketika ditemui di Balai Desa Losari, Selasa (14/4/).

Kasiah menjelaskan, sebelum pembagian dana PSKS, warga sudah membuat kesepakatan dengan desa. Yakni, dana yang diterima tersebut akan dipotong dengan besaran antara Rp 100.000 hingga Rp 150.000. Dana pemotongan itu, akan diberikan kepada warga miskin lainnya yang tidak masuk dalam daftar penerima PSKS. “Pemotongan dana PSKS sudah ada kesepakatan. Nantinya dana potongan diberikan ke warga miskin lain yang tidak terdaftar,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Losari, Sutrisno membenarkan adanya pemotongan dana PSKS tersebut. Sutrisno beralasan, kebijakan itu dilakukan guna meminimalisir kecemburuan sosial serta meredam gejolak di masyarakat. Pasalnya, jumlah keluarga miskin di Desa Losari mencapai 600 orang, namun yang masuk dalam daftar penerima PSKS hanya 274 orang.

Nantinya uang hasil pemotongan tersebut akan dibagikan kepada warga miskin yang tidak masuk dalam program. “Kita sudah mengajukan 600 warga miskin untuk PSKS, namun yang keluar hanya 274 orang. Makanya, hasil pemotongan tersebut akan kita bagi kepada yang keluarga miskin yang belum terdaftar di PSKS. Ini sudah menjadi kesepakatan bersama warga. Bahkan ada hitam di atas putih,” pungkas Sutrisno. (ag)

Follow Untuk Berita Up to Date