Aksi Percobaan Bunuh Diri di Taman Brantas Gegerkan Warga

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Salah satu pengunjung Taman Brantas Kota Kediri melakukan aksi yang terbilang nekat, karena dia melakukan percobaan bunuh diri, Minggu (22/12) sore. Sontak, aksinya tersebut membuat warga dan pengunjung Taman Brantas geger.

Dari informasi yang diperoleh Koranmemo.com, seorang pemuda terlihat berada di sekitar Jembatan Brawijaya. Awalnya tidak ada yang mencurigakan dari pemuda tersebut, sampai akhirnya ada salah satu pengunjung yang mengetahui aksi nekatnya tersebut.

Sampai akhirnya, salah satu pengunjung Taman Brantas yang berada di bawah jembatan secara tidak sengaja melihat ke arah atas (jembatan). Pengunjung tersebut terkejut melihat pemuda yang siap menerjunkan diri ke Sungai Brantas. Sontak, dia (pengunjung) berteriak dan berlari ke arah pemuda tersebut.

Pengunjung lainnya yang mendengar teriakan segera bergegas menyelamatkan. Ternyata, saat pengunjung berhasil memegang badan pemuda tersebut, pada leher pemuda ini terikat seutas tali warna kuning dengan ujung lainnya terikat pada pagar jembatan. Meskipun sudah dipegang oleh pengunjung, dia berusaha berontak.

Kepada personel Satpol PP Kota Kediri, pemuda ini mengaku berasal dari Kecamatan Tarokan Kebupaten Kediri. Saat ditanya siapa nama lengkap atau nama panggilan, dia tetap menolak. Dia juga menolak untuk menunjukkan kartu identitas, pemuda ini juga melarang personel saat ingin melihat isi tas yang dibawa.

Dari pantauan Koranmemo.com, pemuda ini terlihat tertekan bahkan saat dibujuk oleh personel Satpol PP Kota Kediri, dia menangis. Sesekali dia menegaskan kepada personel, dua tahun terakhir dia sudah lulus kuliah dan ingin mencari pekerjaan.

Dia merasa ilmu yang sudah diperoleh saat kuliah percuma jika tidak dimanfaatkan dan tidak berguna bagi masyarakat. “Percuma pak kalau tidak dipakai, tidak tersalurkan bagi masyarakat! tegasnya kepada personel.

Pemuda ini mengaku kuliah di salah satu Universitas di Malang dan tinggal di rumah saudara. Jarak dari rumah saudara ke kampus sekitar 16 kilometer yang ditempuh menggunakan sepeda selama empat tahun. Dia mengaku mengambil jurusan sastra Jepang saat menimba ilmu di sana.

Kabid Trantibumas Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Polresta Kediri. “Sudah ada tindak lanjut dari Polresta Kediri. Harapannya untuk mengetahui alamat dan pihak keluarga dari pemuda tersebut,” jelasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor Achmad Saichu