Akses Konten Negatif, Ini Pesan Diskominfo Bagi Orang Tua

Share this :

Lamongan, koranmemo.com – Peran serta orang tua untuk melakukan pembatasan anak memanfaatkan konten yang mereka sukai melalui gadget menjadi prioritas pihak Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lamongan.

Apalagi, kurangnya konten bermutu membuat sebagian besar anak-anak di Lamongan cenderung mengakses konten-konten negatif dan game yang berpotensi menyebabkan kecanduan.

Bahkan, saat ini banyak orang mengaku kewalahan karena anak-anak mereka banyak mengeluarkan uang untuk game daripada harus dipakai untuk membeli makanan atau untuk ditabung.

Ujungnya, anak-anak akan semakin tenggelam dalam sikap acuh tak acuh (tidak peduli) pada lingkungan sekitar, menjadi pribadi yang tertutup, dan yang paling fatal adalah lemahnya mental seorang anak hingga ia dewasa.

Baca Juga: Program Bedah Rumah, Dinsos Surabaya Lakukan Renovasi Rumah Nenek Yami

Achmad Edwin Anedi, selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Lamongan mengatakan, pihaknya tidak masuk dalam lingkup tersebut. “Kami tidak ada kewenangan untuk mengontrol konten yang diakses oleh anak-anak, ibarat dua sisi pisau yang sama-sama tajam, kita tidak bisa menumpulkan salah satu,” katanya.

Ia juga menerangkan bahwa pihaknya menganut undang-undang Informasi dan Komunikasi sebagai kaidah serta etika untuk menggunakan gadget, selain itu tidak ada landasan lain yang memberikan kewenangan pada kita untuk membatasi konten yang layak diakses oleh masyarakat.

Saat ini, menurut dia, peran orangtua lebih dominan. Ada pilihan untuk menggunakan konten positif, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga merilis aplikasi “ayo sinau” sebagai upaya untuk meningkatkan akses konten positif oleh anak-anak.

Baca Juga: Jelang Pemutaran Film G 30 S PKI, Kapolres Kediri Larang Masyarakat Adakan Nobar

Kembali lagi pada peran orang tua, tegas Edwyn, sebagai orang tua seharusnya tidak serta merta memberikan akses penuh kepada anak-anak dalam menggunakan gadget.

Menurutnya saat ini ada pada sebagian besar gadget sudah ditanamkan fitur children mode (mode anak-anak), sehingga yang bisa diakses hanya konten-konten positif ketika fitur tersebut diaktifkan.

Saya tekankan kembali, imbuh dia, edukasi anak tidak harus melalui gadget, ada beberapa orang tua yang terlihat malas merawat anak. Misal anaknya merengek kasih gadget biar diem, itu keliru,” tegasnya.

Dalam pesannya, orang tua diharap untuk turut aktif memberikan edukasi kepada anak-anaknya apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini yang memberikan waktu lebih bagi anak-anak untuk berduaan dengan gadged.

Baca Juga: Pemkot Blitar Bakal Bangun Jaringan Kabel Fiber Optik di Sekolah Dasar

Selain itu, ia menyampaikan bahwa orang tua harus membatasi pemakaian gadget, agar mereka dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitar supaya perkembangan mental mereka tidak terganggu.

“Yang terakhir, awasi selalu si buah hati saat menggunakan gadget, terjerumusnya anak-anak untuk mengakses konten negatif adalah kesalahan besar orang tua yang lalai atas kewajiban memberikan edukasi kepada anaknya,” pungkasnya.

Reporter : Nanda Setiawan/Fariz Fahyu
Editor: Della Cahaya