Akan Dijualbelikan Secara Ilegal, Unit Pidek Satreskrim Gresik Amankan 13 Satwa Langka

Gresik, koranmemo.com – Sebanyak 13 satwa langka dilindungi diduga akan diperjualbelikan secara ilegal berhasil digagalkan Unit Pidana Ekonomi (Pidek) Satreskrim Polres Gresik.

Tersangka berinisial DA akan dijerat dengan pasal 40 ayat (2) jo, pasal 21 ayat (2) huruf a, UU RI no.5 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistem yang ancaman hukuman maksimal 5 penjara.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, S.H., S.I.K., M.H., dalam  Konferensi Pers menuturkan bahwa, seluruhnya barang bukti  petugas mengamankan merupakan hewan satwa hampir punah dan dilindungi.

“Kita tangkap pelaku, yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka berinisial DA warga Gresik telah memiliki sebanyak 5 ekor burung merak hijau satwa langka dilindungi karena tidak memiliki izin. Namun, untuk pelaku lainnya berinisial D masih dalam buronan petugas yang telah menjual beli atau memperdagangkan ada sebanyak 6 ekor burung takur api, dan 2 ekor burung takur uli asal Sumatera,” kata AKBP Kusworo Wibowo, didampingi Kepala BKSDA Wil II  RM. Wiwied Widodo, dan Kanit Pidek, Ipda Parlan bersama Paur Subbaghumas Polres Gresik Ipda Sri Maryani, Selasa (8/10).

Diungkapkan AKBP Kusworo, harga pasaran burung merak hijau kalau dijual sekitar Rp 25 juta per ekor, adapun burung tangkar uli sekitar Rp 1,5 juta per ekor, serta burung takur api harganya sekitar Rp 1 juta per ekor. “Untuk menjaga burung tersebut tetap sehat, kami tetap lakukan langkah koordinasi dengan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA), Jawa Timur dan menitipkan barang bukti burung sebelum dilepasliarkan ke habitat asalnya.

Maka, sambungnya selama masih proses hukum, barang bukti burung ini jangan sampai stress, apalagi mati. “Kita tetap mengawasi satwa-satwa ini untuk dilakukan pengecekan atau pemeriksaan oleh dokter hewan,” tandasnya.

Reporter M Fauzi
Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date