Ajrina Aila Azzura, Hafiz dan Peraih Nilai USBN Tertinggi MI se-Kota Kediri

Kediri, koranmemo.com – Pasca pengumuman hasil nilai Ujian Sekolah Bersandar Nasional (USBN) jenjang sekolah dasar (SD) sederajat, salah satu siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri 2 Kota Kediri, berhasil memperoleh nilai tertinggi dari seluruh MI baik negeri dan swasta di Kota Kediri. Siswi tersebut bernama Ajrina Aila Azzura (12).

Saat ditemui koranmemo.com, Aila, sapaan akrabnya, sedikit gugup dan masih merasa tidak percaya dengan hasil perolehan nilai tersebut. Pengumuman nilai USBN diberikan kepada siswa sekolah setelah pihak sekolah mengumumkan kelulusan siswa terlebih dahulu. Nilai total yang berhasil Aila peroleh adalah 289,1 dengan rata-rata 96,37.

Pada mapel Bahasa Indoneia, ia memperoleh nilai 94,8, mapel Matematika memperoleh nilai 98,3, dan mapel Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) memperoleh nilai 96,0. Dari tiga mata pelajaran (mapel) yang diujikan, ternyata mapel Bahasa Indonesia dinilai menjadi mapel yang paling sulit.

Menurutnya, saat mengerjakan soal Bahasa Indonesia sering menjebak sehingga diperlukan ketelitian dan pemahan sebelum memilih jawaban. Bahkan mulai H-1 ujian, Aila mengikuti khursus tambahan. “Kalau mengikuti les tambahan mulai sebelum ujian sampai selesai. Saat ujian, saya sering mengulangi membaca soal sampai paham sebelum memberikan jawaban,” ucap Aila, Jumat (14/6).

            Sesekali mata Aila berkaca-kaca sampai meneteskan air mata, pasalnya merasa usaha keras yang dilakukan membuahkan hasil yang maksimal. Memang, mulai dari kelas I, ia tidak pernah mengikuti les di lembaga bimbingan belajar, mulai kelas IV sampai V, hanya dibantu oleh tante untuk belajar memahami materi pelajaran.

Mulai kelas VI, Aila baru mendapat les privat di rumahnya, dengan jadwal pertemuan dua sampai tiga kali dalam seminggu. Terkadang mulai les dari sejak pukul 18,30 WIB sampai 20.30 WIB, atau mulai pukul 15.30 WIB sampai pukul 17.00 WIB. “Yang paling sering justru sore hari, dan mulai les setelah mengikuti baca Quran,” sahutnya.

Ternyata, anak sulung dari tiga bersaudara ini, sejak duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK) sudah mengikuti kegiatan baca Alquran di majid yang berada tidak jauh dari rumahnya. Kegiatan tersebut rutin dilakukan sampai sekarang, bahkan sejak kelas IV semester II, ia mulai menhafalkan Alquran. Hasilnya, sekarang ia sudah menginjak juz kedua dalam kegaitan menghafal Quran tersebut.

Juz 30 merupakan juz pertama yang ia hafalkan, dari guru baca Alquran, memang dikonsep mulai menghafal dari juz yang paling mudah. Pasalnya, pada juz 30 merupakan kumpulan dari surah pendek, dan secara bertahap Aila menghafalkan satu surah dan surah lainnya. Selain itu, dengan pendidikan agama, guru dan orang tua menilai dapat menjadi fondasi yang kuat untuk masa depannya kelak.

Siswi yang bercita-cita menjadi dokter ini, tetap akan berusaha lebih giat lagi untuk menjadi hafiz Quran. Ia menilai, menjadi dokter adalah suatu pekerjaan yang mulia karena dapat mengobati serta menolong orang lain. “Kalau setiap orang ikhlas dalam melakukan pekerjaan dan berhasil membantu orang lain, pasti akan mendapat pahala serta penilaian yang baik dari Allah,” paparnya.

Ia pun akan berusaha semaksimal mungkin untuk menggapai cita-citanya tersebut. Bahkan, Aila juga sudah diterima menjadi peserta didik baru di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 2 Kota Kediri pada 27 Mei lalu. Aila mengikuti pendaftaran jalur prestasi yang sebelumnya harus melewati tes tulis dengan mengerjakan 100 butir soal, mulai dari Matematika, Pendidikan Agama Islam (PAI), IPA, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa Indonesia.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date